Gara-gara Lupa Rebus Jamu, Rumah Warga Gebang Kulon Terbakar

Gara-gara Lupa Rebus Jamu, Rumah Warga Gebang Kulon Terbakar

Petugas berjibaku memadamkan kebakaran rumah di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang.-Cecep Nacepi-radarcirebon.com

Radarindramayu.id, CIREBON - Kelalaian bisa menjadi petaka. Seperti terjadi di rumah Kuriah (75) yang berlokasi di Blok Bunen, Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Karena kelupaan mematikan kompor gas saat merebus jamu, rumah tersebut terbakar hebat. Hingga semua isinya ludes tak tersisa.

Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Senin siang (26/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Diketahui pertama kali oleh tetangga korban yang ketika itu teriak saat melihat api membumbung tinggi.

"Api sudah ada di atas, orang teriak. Ada orang sakit di dalam, gak bisa jalan. Kebetulan lagi pada keluar orangnya. Jadi saya nolongin. Saya dobrak aja pintunya, saya tolongin yang sakit," kata Casmudi (50) kepada awak media.

Sambil menunggu petugas Damkar datang, warga berjibaku melakukan pemadaman dengan menggunakan alat seadanya. "Ya pakai alat seadanya dulu," terangnya.

BACA JUGA:SIM Keliling Hari Ini Ada di Polsek Kandanghaur. Cek Persyaratanya !

Tidak lama kemudian, dua armada Damkar dari sektor Pangenan dan sektor Losari tiba di lokasi kejadian. Selain itu, Kapolsek Gebang AKP Acep Anda dan anggotanya tiba di lokasi kejadian untuk membantu memadamkan api.

"Kami dapat informasi dari masyarakat ada kebakaran di Desa Gebang Kulon. Kita langsung ke lokasi kejadian untuk  memadamkan api," papar AKP Acep Anda.

Selain membantu memadamkan api dan mengamankan lokasi kejadian, polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi terkait awal kejadian kebakaran tersebut.

Ternyata, kebakaran itu terjadi karena kelalaian dari pemilik rumah sendiri yang lupa sedang memasak jamu. "Keterangan dari salah satu keluarga yang ada di lokasi kejadian. Berawal dari korban yang merebus jamu sekitar pukul 13.15," ujarnya.

BACA JUGA:Sempat Alot, Raperda Perubahan APBD 2022 Akhirnya Disetujui

Karena kompor yang lupa dimatikan, api kemudian membungbung tinggi membakar atap plafon yang terbuat dari kulit bambu (bilik).

Kemudian api menyebar ke bagian lainnya hingga membakar seluruh isi rumah. Pukul 15.30 api berhasil dipadamkan dengan menggunakan dua unit mobil Damkar.

Atas kejadian tersebut, seluruh perabotan rumah tangga hangus terbakar. Akibatnya, korban pun mengalami kerugian sekitar Rp300 juta. "Alhamdulillah ya, tidak ada korban jiwa atau luka, hanya kerugian materil saja," kata kapolsek.

BACA JUGA:Gubernur Ridwan Kamil Temui dan Serap Aspirasi AP2SI Jabar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: