Tanggapi Tragedi Kanjuruhan, Azrul Ananda dan Gibran Tidak Setuju Sepak Bola Digelar Malam Hari

Tanggapi Tragedi Kanjuruhan, Azrul Ananda dan Gibran Tidak Setuju Sepak Bola Digelar Malam Hari

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka [email protected]_-Instagram --

Radarindramayu.id, SOLO - Peristiwa Kanjuruhan meninggalkan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia.

Akibat tragedi Kanjuruhan sebanyak 125 nyawa melayang dan ratusan korban luka-luka.

Tragedi Kanjuruhan membuat banyak pihak angkat bicara, terutama berkaitan dengan jadwal pertandingan malam.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dalam cuitannya menuliskan pendapatnya mengenai jadwal pertandingan Liga 1 musim 2022-2023.

BACA JUGA:Yuk Jalan-jalan Naik Kereta Api ! Mumpung Ada Tarif Eksekutif Murah

Ditulis dalam bahasa Jawa, Gibran setuju dengan pendapat mantan CEO Persebaya, Azrul Ananda bahwa laga Liga 1 musim 2022-2023 jangan terlalu malam.

"WIS POKOKE AKU SETUJU KARO MAS AZRUL. BAL2AN OJO KEBENGEN," tulis Gibran dalam akun Twitter pribadinya yang diunggah pada Senin 3 Oktober 2022 pukul 23.00 WIB.

Arti dari cuitan putra sulung Presiden Joko Widodo ini adalah "Sudah pokoknya saya setuju dengan Mas Azrul. Main bola jangan kemaleman."

Selain menuliskan caption, ayah dari Jan Ethes ini menautkan tulisan mantan Azrul Ananda yang ditulis dalam web pribadinya happywednesday.id yang berjudul 'Sepak Bola Kemalaman'.

BACA JUGA:Persindra Cuma Numpang Lewat, Baru Promosi Langsung Degradasi

Dalam tulisannya, Azrul mengungkapkan bahwa pihaknya tidak habis pikir mengapa jadwal pertandingan harus digelar malam hari.

"Menyadari penuh hal tersebut, maka saya tetap tidak habis pikir kenapa sepak bola Indonesia harus kick off pukul 20.30 WIB. Itu berarti selesai paling cepat 22.30 WIB. Bahkan di hari kerja," ungkapnya dikutip dari happywednesday.id, Selasa 4 Oktober 2022.

Dia menambahkan, bukan jadi rahasia jika sejumlah klub menjadi magnet rating, khususnya klub legendaris.

Seperti Persija, Persib dan Persebaya. Baru kemudian menyusul Arema FC dan Bali United.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Minta TGIPF Ungkap Tuntas Tragedi Kanjuruhan Kurang dari Sebulan

"Saya tahu persis, seandainya boleh memilih, pembeli hak siar hanya ingin membeli pertandingan klub-klub utama saja. Kebetulan saja mereka harus membeli paket komplet seluruh klub," imbuhnya.

BACA JUGA:Korban Tragedi Kanjuruhan dapat Santunan dari Pemerintah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: