Bantu Permodalan Bagi Petani Gapoktan Sri Makmur Gelar Sosialisasi KUR

Bantu Permodalan Bagi Petani Gapoktan Sri Makmur Gelar Sosialisasi KUR

PERMUDAH: Gapoktan Sri Makmur mengadakan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani di Kecamatan Jatibarang, dengan menggandeng BJB Cabang Indramayu, BI KPW 3 Cirebon dan OJK Wilayah 3 Cirebon, Kamis (23/2).--

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Sebagai upaya mempermudah petani mendapatkan pinjaman dari bank untuk menjalankan kegiatan pertaniannya sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Indramayu, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Makmur Desa Krasak Kecamatan Jatibarang sosialisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) disektor pertanian, Kamis (23/2).

Bertempat di Lumbung Pangan Masyarakat (LPM), bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) KPW 3 Cirebon, Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Indramayu, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah 3 Cirebon. Kegiatan yang dihadir Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu H Muhammad Iqbal ST MT, Pemcam Jatibarang, UPT DKPP Kecamatan Jatibarang, dan para penyuluh pertanian di Kecamatan Jatibarang, dan perwakilan Gapoktan dan Poktan di Kecamatan Jatibarang.

Plt Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, H Muhammad Iqbal ST MT mengatakan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani, merupakan salah satu upaya dari Pemkab Indramayu dalam membantu para petani agar dapat menjalankan kegiatan usaha tadi atau mengelolah kegiatan produksi pertaniannya dengan baik tanpa terkendali perihal permodalan untuk biaya produksi.

"Saya harap petani atau Gapoktan bisa memanfaatkan sebaik mungkin program KUR ini, agar petani tidak terkendala biaya produksi, mereka bisa terus menjalankan aktifitas usaha taninya tanpa terkendala permodalan," tuturnya. 

BACA JUGA:Gencarkan Pertanian Ramah Lingkungan, Petani Pantura Sukra Dilatih Cara Pembuatan Biosaka

BACA JUGA:Gelar LT III, Cetak Pramuka Berprestasi Menuju Indramayu Bermartabat

Menurut Iqbal Pemkab Indramayu terus mendukung pertanian di Indramayu, dengan langkah-langkah terus menjalin koordinasi dan bersinergi dengan Pemprov Jawa Barat, dan Pemerintah Pusat yaitu Kementrian Nasional, apalagi Kabupaten Indramayu menjadi peringkat pertama lumbung pangan nasional. 

"Untuk target tahun ini,bisa meningkat ya hasil produksi padi petani kita, ditahun 2021 sebanyak 1,3 juta ton,  di tahun 2022 sebanyak lebih dari 1,49 juta ton, ada kenaikan sekitar 15 persen, kita optimis insya allah tahun ini bisa naik kembali," ungkapnya. 

Dengan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani, yang bekerjasama dengan BI dan BJB Cabang Indramayu, para petani dapat lebih mudah dalam memperoleh pinjaman permodalan dari bank untuk kegiatan kegiatan produksi dan mengelolah hasil usaha taninya, sehingga petani bisa terlepas dari praktik pinjaman sistem Ijon.

"Bunga pinjaman juga rendah  ya untuk KUR, sehingga tidak memberatkan petani dalam pengembaliannya," katanya.

BACA JUGA:Dandim Lepas Jamaah Umroh Harum Bina Wisata, Dua Anggota TNI Diberangkatkan

BACA JUGA:Surya Paloh Kunjungi Partai Demokrat. AHY: Kami Ingin Kapal Koalisi Ini Berlayar dan Menang

Sementara itu, Ketua Gapoktan Sri Makmur Ayi Sumarna SP mengatakan sosialisasi KUR bagi petani, menjadi agenda dari Gapoktan Sri Makmur yang bekerjasama dengan BI, BJB, dan OJK Cirebon. Apalagi Gapoktan Sri Makmur adalah klaster binaan Bank Indonesia (BI) mensupport kegiatan agar dalam pemasaran produk Gapoktan atau petani bisa naik kelas. 

"Sosialisasi ini untum memberikan akses pembiayaan permodalan bagi petani binaan Gapoktan dan petani lainnya, sekaligus sebagai mitra panyaluran KUR," paparnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: