Petani Inbar Beralih Budidaya Semanggen, Sebulan Tiga Kali Panen, Penghasilan Capai Rp5 Juta Perhektare

Petani Inbar Beralih Budidaya Semanggen, Sebulan Tiga Kali Panen, Penghasilan Capai Rp5 Juta Perhektare

MENGUNTUNGKAN – Dinilai lebih menguntungkan ketimbang padi, petani diwilayah Inbar beralih bertanam semanggen.--

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Budidaya semanggen lagi ngetrend. Banyak dilakoni oleh para petani diwilayah barat Bumi Wiralodra. Lantaran untung yang lumayan didapat. Ketimbang bertanam padi.

Bahkan saat petani padi lagi waswas ancaman banjir, mereka justru ketiban berkah.
Pasalnya, memasuki musim penghujan seperti sekarang ini, produksi panen daun semanggen meningkat. Penghasilan merekapun berlipat-lipat.

“Sekarang mulai banyak petani yang beralih bertanam semanggen. Terutama yang lahannya kurang produktif. Kebanjiran saat musim hujan, kekeringan dikala kemarau,” kata tokoh petani Inbar, Sugianto kepada Radar, Kamis (12/1).

Semula, lanjut dia, trend pertanian semanggen hanya diminati para petani di wilayah Kecamatan Anjatan. Kini mulai meluas dibeberapa desa lainnya.

 BACA JUGA:Berdayakan UMKM, Lohbener Bersiap Jadi Pusat Oleh-oleh Haji

Seperti di Desa Kertamulya, Kecamatan Bongas. Petani disana ramai-ramai bercocok tanam daun untuk bahan baku pembuatan rumbah semanggen itu. Yang dulu biasanya tumbuh liar diareal persawahan, Tapi kini mulai jarang. Sementara peminatnya banyak. Sampai dari luar kabupaten. Semisal Subang dan Pamanukan.

Di Desa Kertamulaya sendiri, tepatnya ditepi jalan raya Lempuyang-Bongas terdapat belasan petak lahan semanggen. Sekaligus dijadikan tempat jualan.

Menurut Sugianto, ketertarikan petani lantaran budidaya semanggen sangat menguntungkan. Dengan harga Rp8000/kg, setiap hektare lahan semenggan petani bisa memperoleh pendapatan sampai Rp3,5-5 juta sebulan. Untuk dua sampai tiga kali panen.

“Kalau padi kan panennya nunggu seratus hari. Kalau harga gabahnya lagi anjlok, petani malah buntung. Beda dengan semanggen. Untung terus,” katanya.

 BACA JUGA:Dirut PDAM, Tahun Ini Tarif Air Bersih Bakal Disesuaikan 30 Persen

Apalagi biaya operasionalnya pun relatif murah. Sebab, menanam semanggen tidak terlalu susah. Cukup ditraktor, pemupukan serta perawatan berkala.

Sawi (56) adalah salah satu petani yang memanfaatkan lahan sawahnya untuk ditanami daun semanggen. Sebelumnya, dia bertanam padi. Namun, semenjak tiga tahun terakhir, dia beralih membudidaya semanggen. Dan ternyata hasilnya lebih menguntungkan.

Iapun berinisiatif menanam semanggen dengan cara lebih modern. Semanggen yang sebelumnya tumbuh liar, dirawat serta dipupuk agar tumbuh lebih cepat. Setiap dua belas hari, semanggen bisa dipanen. “Sekarang malah kesulitan memenuhi permintaan,” ujarnya.

BACA JUGA:Masalah Ciki Ngebul, Wakil Ketua DPRD Bekasi: Minta Dinas Kesehatan Awasi Jajanan Anak di Lingkungan Sekolah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: