Yamaha_detail

Ketua DPRD Beri Semangat Anak TKI Korban Kekerasan

Ketua DPRD Beri Semangat Anak TKI Korban Kekerasan

PEDULI: Ketua DPRD Indramayu H Syaefudin SH, saat berkunjung ke kediaman Reni TKI asal Kedokanbunder yang menjadi korban kekerasan di Taiwan, kemarin. -UTOYO PRIE ACHDI-

Radarindramayu, INDRAMAYU-Mohammad Syawal (16) kaget bukan kepalang saat rumahnya dikunjungi Ketua DPRD Indramayu H Syaefudin SH, Selasa (21/6). Ia adalah anak kandung dari Reni, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kedokanbunder Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu yang menjadi korban kekerasan di Taiwan.

Siswa SMKN Krangkeng kelas 10 ini mengaku terharu mendapat kunjungan dari Ketua DPRD Indramayu, yang selama ini tidakia kenal. “Terima kasih kepada bapak ketua DPRD yang telah datang ke rumah kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Indramayu H Syaefudin berpesan agar keluarga bersabar dengan kondisi yang dialami ibu Reni di luar negeri. Mohammad Syawal yang masih pelajar tetap harus rajin sekolah dan bisa membanggakan orang tua di masa depan.

Dalam kesempatan ini juga, Syaefudin juga berpesan kepada keluarga untuk terus berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terkait termasuk DPRD Indramayu agar permasalahan yang dialami Reni bisa diselesaikan.

BACA JUGA:Bupati Ajak Giatkan Olahraga di Sekolah

“DPRD Indramayu meminta kepada BP2MI untuk bisa membantu menyelesaikan permasalah hukum yang dialami Reni di Taiwan. Hak-haknya sebagai TKI bisa dipenuhi oleh majikannya,” kata Syefudin.

Sukirman, adik Reni mengaku bangga, memiliki wakil rakyat yang masu turun ke lapangan untuk melihat dan mendengar langsung tentang permasalahan Reni di Taiwan.

“Yang pasti bangga, punya wakil rakyat yang peduli dan turun langsung menengok keponakan saya. Sebagai masyarakat, kami minta agar dibantu soal permasalahan salah satu keluarga kami yang bekerja di Taiwan,” katanya.

BACA JUGA:Jangan Panik! Penyakit Mulut dan Kuku Gampang Sembuh

Seperti diketahui, Reni (37), warga Desa Kedokanbunder, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, bekerja di Taiwan. Reni dikabarkan mendapatkan perlakuan tidak manusiawi oleh majikannya di Taiwan.

Selain itu, Reni juga dikabarkan tidak mendapatkan gaji. Selama tiga bulan terakhir, Reni bahkan hilang kontak dengan keluarga di Indramayu. Pihak keluarga sudah melaporkan hal ini kepada Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Reni saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Taiwan setelah mengalami luka-luka akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh majikannya. (oet)

BACA JUGA:Mendag M Lutfi Ogah Ngomong, Pasca Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Migor

 

Sumber: