Gali Potensi Hortikultura

Gali Potensi Hortikultura

HORTIKULTURA: PPL dari BPP Bangodua meninjau hasil panen bawang merah Poktan Horti Sari Bumi Mulyasari, kemarin.-Anang Syahroni-

Radarindramayu.id, BANGODUA-Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Bangodua mengkoordinir petani hortikultura di setiap desa untuk menjadi kelompok tani. Hal itu dilakukan untuk mempermudah pembinaan para petani hortikultura, seperti buah dan sayuran agar hasil yang dihasilkan mereka semakin baik.

Demikian dikatakan PPL Wilayah Binaan Mulyasari Kecamatan Bangodua, Ahmad SP kepada wartawan koran ini, kemarin.

Menurutnya, BPP Bangodua terus menggali potensi di sektor pertanian yang bukan hanya pada tanaman pangan, namun petani-petani yang mulai mengembangkan sektor hortikultura, khusus pada sayuran seperti cabai dan bawang merah.

“Banyak petani di Kecamatan Bangodua yang bergerak di sektor hortikultura. Setiap tahun ada kembang kol, cabai merah, sampai bawang merah ada, dan lumayan banyak juga,” ujar Ahmad, Kamis (23/6).

BACA JUGA:Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper Kereta, Jenazah Dibawa ke RSD Gunungjati

Untuk itu, lanjutnya, BPP Bangodua mulai membentuk Kelompok Tani Horti di Desa Mulyasari. “Meskipun baru satu kelompok tani yang bergerak di tanaman sayuran dengan anggota 30 petani tapi mereka masif mengolah lahan sayuran cabai merah dan bawang merah,” ungkapnya.

Dijelaskan Ahmad, Kelompok Tani Horti di Kecamatan Bangodua ada dua. Satu poktan bergerak di sayuran, dan satu lagi menggarap buah mangga. “Dengan sudah terbentuknya Poktan Horti nanti bisa dikhususkan untuk bantuan pupuk subsidi, untuk eRDKK-nya itu pada tanaman horti,” ujarnya.

Ahmad berharap, dengan terbentuknya Poktan Horti di Desa Mulyasari Kecamatan Bangodua, petani yang bergerak pada sektor horti bisa terdata jelas dan produk horti jadi salah satu unggulan di sektor pertanian di Kabupaten Indramayu selain padi.

BACA JUGA:Singgah di Indramayu, Pesepeda yang Dilepas Kapolri Dihibur Tari Topeng dan Berokan

Sementara itu, Ketua Poktan Horti Sari Bumi Mulyasari, Rahmat SE mengatakan, beberapa petani di Desa Mulyasari ada sebagian yang menggarap lahan dengan tanaman sayuran. Yang sering ditanam, kata Rahmat, tanaman cabai merah dan bawang merah.

“Petani juga melihat cuaca juga. Jika cuaca mendukung, tanam cabai tapi kalau bawang merah sepanjang musim tanam,” ujarnya.

Rahmat berharap, dengan terbentuknya Poktan Horti menjadi jalan bagi petani-petani horti cabai dan bawang merah bisa lebih diperhatikan, dalam berbagai kebutuhan seperti pupuk subsidi, ataupun obat-obatan hama.”Intinya sebagai sarana diskusi para petani horti supaya hasil produk bisa meningkat,” katanya. (oni)

BACA JUGA:Dilepas Kapolri, Pesepeda Pemecah Rekor MURI Singgah di Indramayu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber:

Berita Terkait