Terungkap! Maluku Utara Jadi Provinsi Paling Bahagia, Banten Malah Terpuruk
Indeks Kebahagiaan Indonesia-pixabay.com-Radar Indramayu
RADARINDRAMAYU.ID - Kebahagiaan masyarakat Indonesia diukur bukan dari harta atau infrastruktur, melainkan kepuasan, perasaan, dan makna hidup, dengan skor nasional 71,49.
Perhitungan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) lebih komprehensif, tak lagi hanya fokus pada kepuasan hidup seperti 2014, tapi mencakup tiga aspek penting psikologis dan sosial.
Dari hasil survei tersebut, terlihat betapa besar pengaruh faktor sosial, budaya, serta lingkungan terhadap tingkat kebahagiaan yang berbeda-beda di tiap provinsi, sehingga membentuk pola unik yang menarik untuk dianalisis.
Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa meski Indonesia satu kesatuan bangsa, tingkat kebahagiaan masyarakatnya ternyata sangat beragam dan sering kali dipengaruhi oleh harmoni lokal, kekayaan tradisi, serta kondisi geografis yang khas.
BACA JUGA:Bukan Soal Gol, Ini Masalah Klasik Persib yang Bikin Hodak Pusing!
Tidak mengherankan bila kemudian wilayah Indonesia bagian timur, khususnya Sulawesi dan Maluku, justru menjadi daerah dengan masyarakat paling bahagia, meskipun secara ekonomi mereka tidak selalu masuk dalam kategori paling maju di tingkat nasional.
Enam provinsi dari Sulawesi dan Maluku berhasil masuk 10 besar provinsi paling bahagia di Indonesia. Mereka adalah Maluku Utara (76,34), Kalimantan Utara (76,33), Maluku (76,28), Jambi (75,17), Sulawesi Utara (74,96), dan Kepulauan Riau (74,78).
Hal ini membuktikan bahwa wilayah timur dengan kekayaan budaya dan tradisi yang masih kental, serta lingkungan alam yang relatif lebih terjaga, dapat memberikan pengaruh positif terhadap kebahagiaan masyarakatnya.
Sementara itu, daerah-daerah yang identik dengan modernisasi, pusat industri, dan perkembangan kota besar justru tidak selalu berada di posisi atas, bahkan beberapa di antaranya cenderung rendah dalam hal indeks kebahagiaan.
BACA JUGA:Wow! Laurin Ulrich Buka Suara, Indonesia Bisa Dapat Kapten Timnas Jerman U-20!
Provinsi dengan skor terendah tercatat adalah Banten (68,08), Bengkulu (69,74), dan Papua (69,87), yang menunjukkan adanya faktor kompleks dalam kehidupan masyarakat.
Faktor tersebut meliputi dari permasalahan sosial, distribusi ekonomi, hingga akses layanan publik yang belum merata.
Yang menarik, posisi DKI Jakarta, sebagai ibu kota negara yang dikenal sibuk dan penuh tekanan kehidupan urban, hanya berada di peringkat 27 dengan skor 70,68, sedikit di bawah rata-rata nasional.
Hal ini menjadi refleksi nyata bahwa kemajuan fasilitas dan teknologi di kota besar tidak otomatis menjamin tingkat kebahagiaan masyarakatnya lebih tinggi dibandingkan daerah lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

