Bisnis Kerupuk Telur Asin Bermula dari Ketidaksengajaan, Begini Ceritanya

Zainudin dengan bangga menunjukkan produk UMKM miliknya, Jaisu Kerupuk Telur Asin, saat dikunjungi wartawan Radar Indramayu di rumahnya, Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, beberapa waktu lalu. -Foto: Burhannudin.-radarindramayu.id
RADARINDRAMAYU.ID - Di Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, terdapat produk unik yakni kerupuk berbahan dasar telur asin.
Produk ini menjadi satu-satunya di Indramayu dan mulai dikenal sejak tahun 2023, sebagai hasil inovasi dari Zainudin, pemilik usaha bernama “Jaisu Kerupuk Telur Asin.”
Awalnya, bisnis ini muncul secara tidak sengaja. “Saya terinspirasi dari praktek pelajaran prakarya anak saya di SMA, waktu itu tugasnya bikin kerupuk telur asin,” ujar Zainudin kepada Radar Indramayu, beberapa waktu lalu.
Kerupuk tersebut awalnya dibuat untuk konsumsi pribadi dan suguhan tamu, tetapi tanggapan positif para tamu membangkitkan ide bisnisnya.
"Mereka suka dan mulai pesan. Bahkan, kerabat yang bekerja di luar negeri juga pada suka, dan akhirnya pesanan datang sampai 10 kilogram," tambahnya.
Kerupuk ini dibuat menggunakan telur asin, dengan produksi sebanyak 50 butir telur asin setiap minggu.
Produk ini memiliki tiga varian rasa: original, balado, dan jagung bakar, dengan harga mulai Rp2.000 hingga dijual per kilogram.
Keunggulan lainnya adalah daya tahannya. "Kami sudah uji nutrisi di Bandung, dan tidak ada masa kedaluwarsa, hanya ada best before. Karena bahan dasarnya telur asin, kerupuk ini tahan lama," jelasnya.
Dari ide sederhana, kerupuk telur asin kini menjadi produk unggulan UMKM lokal yang siap menjangkau pasar lebih luas, bahkan hingga ke luar negeri.
Kontributor Tulisan: Nia, Wartawan Magang Radar Indramayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: