Pengalap Tawur Jembatan Sewo dan Mitos Saidah Saeni hingga Kecelakaan Rombongan Transmigrasi

Pengalap Tawur Jembatan Sewo dan Mitos Saidah Saeni hingga Kecelakaan Rombongan Transmigrasi

Pengalap tawur Jembatan Sewo di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.-Dokumen-radarindramayu.id

RADARINDRAMAYU.ID - Pengalap tawur di Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu seringkali menjadi sorotan di momen mudik dan arus balik.

Kehadiran mereka menimbulkan potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di ruas Jalur Pantura yang berada di perbatasan antara Kabupaten Subang - Indramayu tersebut.

Pengalap tawur alias penyapu koin tersebut, seringkali merangsek ke badan jalan memanfaatkan pengendara yang melemparkan koin.

Aksi tawur ini, tidak lepas dari keyakinan untuk menolak bala selama perjalanan. Mengingat Jembatan Sungai Sewo dinaungi banyak mitos.

BACA JUGA:Kabur dari Rumah di Indramayu, Iis Dahlia Nekat ke Jakarta karena Mau Dinikahkan saat Masih SMA

Mulai dari cerita rakyat Saidah Saeni hingga peristiwa kecelakaan pada 11, Maret 1974 yang merenggut nyawa 67 calon transmigran dari Kabupaten Boyolali.

Kendati demikian, ada juga versi yang menyebutkan bahwa tawur koin tersebut sebenarnya sudah ada jauh sebelum itu. Tepatnya di era Pemerintah Kolonial Belanda.

Warga setempat, Nurya mengungkapkan, kehadiran para pengalap tawur tidak lepas dari para pengendara yang masih melemparkan koin.

Imbasnya saban waktu para pengalap tawur ini berjejer di pinggir jalan, mulai dari pagi, siang, sore hingga malam.

BACA JUGA:Nama Asli Iis Dahlia, Orang Tua di Indramayu Memberi Nama Ini, Jangan Kaget Kalau Sudah Tahu

Soal kecelakaan, sudah beberapa kali terjadi. Baik timbul korban dari sisi pengendara maupun pengalap tawur itu sendiri.

Tapi, bukannya kapok, para penyapu koin tersebut jumlahnya malah tambah banyak. Apalagi saat musim mudik.

"Memang nggak ada kapoknya, sudah dilarang tapi malah tambah banyak. Itu sampai 500 meter ke arah timur dari jembatan," kata Nurya.

Sebenarnya, jauh sebelum arus mudik, Polres Indramayu dan Polres Subang sebenarnya sudah bersama-sama melaksanakan penertiban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: