Ratusan Pelajar SMA di Losarang Ikrar Tolak Tawuran dan Geng Motor

Ratusan Pelajar SMA di Losarang Ikrar Tolak Tawuran dan Geng Motor

IKRAR PELAJAR – Polsek Losarang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pencegahan kenakalan remaja kepada para pelajar di SMAN 1 Losarang, Kamis (5/10)-KHOLIL IBRAHIM-RADAR INDRAMAYU

LOSARANG, RADARINDRAMAYU.ID – Ratusan pelajar di SMA Negeri 1 Losarang berikrar untuk tidak terlibat aksi tawuran.

Ikrar ini juga dilakukan sebagai penolakan keberadaan geng motor yang dinilai meresahkan lantaran kerap membuat tindak kriminal jalanan.

Ikrar ratusan pelajar berseragam putih abu-abu itu disaksikan oleh dewan guru dan petugas dari Polsek Losarang, Kamis (5/10).

Pembacaan ikrar dilaksanakan usai petugas kepolisian memberikan sosialisasi dan imbauan pencegahan kenakalan remaja di halaman tengah kampus setempat.

BACA JUGA:Polisi Benarkan Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh ABG MR Bocah Subang

BACA JUGA:Makyuss! Inilah Resep Pedesan Entog yang Empuk dan Nikmat Dijamin Bikin Ketagihan

Kapolres Indramayu AKBP DR M Fahri Siregar melalui Kapolsek Losarang, AKP Hendro Ruhanda SH menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan tindak pidana kenakalan remaja yang melibatkan para pelajar.

Polisi juga mengajak para peserta didik untuk tidak melakukan aksi tawuran, terlibat geng motor, mengkonsumsi miras, obat-obat terlarang serta tindakan melanggar hukum lainnya.

Selain berikrar, mereka diimbau untuk mentaati aturan sekolah serta tata tertib berlalu lintas. “Tugas utama pelajar itu adalah belajar, raih prestasi setinggi mungkin,” kata Kapolsek Hendro Ruhanda.

Dia mengatakan, aksi tawuran maupun geng motor sangat merugikan diri sendiri, orang lain, keluarga dan masyarakat.

BACA JUGA:Akhirnya Pembunuh ABG asal Subang Ditangkap, Tak Disangka Ternyata Pelakunya Orang Dekat

BACA JUGA:Identitas Mayat ABG Diduga Korban Pembunuhan Terungkap, Ternyata Bocah Subang, Lahir di Indramayu

Karena itu, peran banyak pihak seperti guru, masyarakat dan orang tua dalam memberikan pengawasan kepada anak-anaknya sangat penting. Khususnya selepas waktu pulang sekolah dan saat malam hari.

"Orang tua yang tidak memberikan perhatian serta pengawasan ekstra kepada anak menjadi salah satu faktor anak-anak pelajar terlibat aksi tawuran dan geng motor," ungkap dia.

Kepala SMAN 1 Losarang, Ade Sumantri SPd mendukung penuh langkah kepolisian. Diharapkan sosialisai dan ikrar bersama ini dapat memberikan penyadaran dan efek positif bagi para anak didik agar tidak terlibat aksi anarkis geng motor, tawuran serta beragam kenakalan remaja lainnya. (kho)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: