Pengamat Sepakbola Malaysia Soroti Keputusan STY Turunkan Banyak Pemain Muda di Piala AFF, Penuh dengan Risiko

Pengamat Sepakbola Malaysia Soroti Keputusan STY Turunkan Banyak Pemain Muda di Piala AFF, Penuh dengan Risiko

pengamat sepakbola malaysia soroti keputusan sty terkait menurunkan pemain muda di ajang piala aff-pssi-radarindramayu.id

RADARINDRAMAYU.ID - Pengamat sepakbola Malaysia soroti keputusan STY yang menurunkan banyak pemain mudanya di ajang piala AFF tahun ini.

Zulakbal Abd Karim salah satu Pengamat sepak bola Malaysia memberikan perhatian khusus terhadap keputusan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY).

Zulakbal menilai strategi ini memiliki risiko tertentu, terutama jika tim sepenuhnya bergantung pada pemain muda tanpa melibatkan pemain senior yang sudah berpengalaman.

"Saya kira kita bisa menggabungkan pemain muda dan senior yang sudah dilepas klub. Kalau kita ingin memasukkan semua pemain muda, itu juga akan menjadi masalah bagi tim," ujar Zulakbal, seperti dikutip dari Berita Harian.

BACA JUGA:Bek Muda Berbakat! Aislinn Konig Istri Sandy Walsh, Ceritakan Pujian Suaminya untuk Rizky Ridho

Menurut Zulakbal, kejuaraan seperti Piala AFF dikenal sebagai turnamen yang kompetitif dan menantang. Oleh karena itu, mengandalkan skuad kedua atau tim yang kurang berpengalaman bisa berujung pada hasil yang tidak sesuai harapan.

"Selama ini kita lihat persaingan di Piala AFF menjadi kejuaraan yang kompetitif dan menantang. Jadi ketika kita harus menggunakan skuad kedua, tentunya kita tidak boleh terlalu berharap karena nanti akan kecewa," lanjutnya.

Zulakbal juga menyoroti performa timnas Indonesia yang semakin berkembang di bawah asuhan Shin Tae-yong.

BACA JUGA:3 Rekomendasi Pantai Di Indramayu Ini Cocok Untuk Kamu Kunjungi Di Liburan Akhir Tahun, Nomor Satu Bali 2.0!

Ia menyebut bahwa kemenangan Indonesia atas Arab Saudi dalam laga sebelumnya bukanlah pencapaian biasa dan menjadi peringatan bagi negara-negara lain di Asia Tenggara, termasuk Malaysia.

"Indonesia bisa mengalahkan Arab Saudi, itu bukan pencapaian biasa. Jadi kita harus berhati-hati kalau mengirim skuad kedua karena Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Laos selalu memberi tantangan hebat," tegas Zulakbal.

Meski Malaysia tidak berada satu grup dengan Indonesia di Piala AFF 2024, potensi pertemuan kedua tim tetap terbuka jika sama-sama melaju ke semifinal.

Zulakbal mengakui bahwa skuad Garuda adalah rival yang patut diwaspadai karena kekuatannya yang semakin solid.

BACA JUGA:Thom Haye dan Verdonk Buka-bukaan Soal Keputusan Gabung Timnas Garuda, 'Tak Perlu Berpikir, Langsung Jawab Ya'

Zulakbal meminta Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) agar cermat dalam mengambil keputusan terkait komposisi pemain yang akan diturunkan di Piala AFF 2024.

Menurutnya, negara-negara rival seperti Indonesia telah menunjukkan peningkatan signifikan, sehingga Malaysia tidak boleh sembarangan dalam memilih pemain untuk turnamen ini.

"Saya melihat daftar pemain skuad Indonesia, mereka hanya menurunkan satu pemain senior sedangkan sisanya sebagian besar pemain U-22," ungkap Zulakbal.

Keputusan Indonesia untuk mengandalkan mayoritas pemain muda dinilai sebagai strategi yang menarik tetapi penuh risiko.

BACA JUGA:Jelang Hadapi Indonesia, Timnas China Bakal Naturalisasi 5 Pemain, Termasuk Eks Pemain Manchester United!

Pengamat lainnya, Zakaria Rahim, turut menambahkan bahwa keputusan Indonesia untuk tidak menurunkan skuad terbaiknya mungkin dipengaruhi oleh fokus pada kompetisi di level Asia.

"Jadi bisa diasumsikan mereka tidak menurunkan skuad terbaiknya karena banyak bermain di level Asia," kata Zakaria.

Tentunya Rivalitas antara timnas Malaysia dan Indonesia di Piala AFF selalu menjadi sorotan para penggemar kedua belah tim.

Meski penuh dengan risiko tentunya keputusan ini menunjukkan keberanian Indonesia untuk terus berinovasi di kancah sepak bola Asia Tenggara.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: