Belum Ada Penantang Serius untuk Pilbup Cirebon, Imron-Ayu Dinilai Masih Kuat

Belum Ada Penantang Serius untuk Pilbup Cirebon, Imron-Ayu Dinilai Masih Kuat

Bupati Cirebon Drs H Imron MAg dan Wabup Hj Wahyu Tjiptaningsih atau Ayu. -dok. Pemkab Cirebon-RADAR INDRAMAYU

CIREBON, RADARINDRAMAYU.ID - Penantang serius petahana dinilai belum muncul untuk Pilkada Kabupaten Cirebon. Artinya, posisi petahana Drs H Imron MAg dan Hj Wahyu Tjiptaningsih (Ayu) masih kuat.

“Kalau berbicara siapa yang saat ini paling kuat untuk Pilkada Kabupaten Cirebon, jelas petahana. Ini karena sampai saat ini belum muncul calon penantang. Semuanya masih menunggu dan melihat bagaimana situasi politik di daerah," ujar pemerhati kebijakan publik, Drs Munangwar MSi.

Ya, sejauh ini sejumlah partai politik pun masih wait and see. Mereka menunggu perkembangan dinamika politik di daerah. Terlebih peta politik di Kabupaten Cirebon dipastikan berubah setelah PDI Perjuangan keluar sebagai pemenang Pemilu 2024 di Kabupaten Cirebon.

Saat ini, untuk menghadapi Pilkada Kabupaten Cirebon, PDIP tidak perlu berkoalisi dengan partai manapun. Mereka bisa mengusung satu paket pasangan dengan bermodalkan kursi mayoritas di parlemen. Situasi ini berbeda dengan pilkada sebelumnya, di mana PDIP harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung kandidat kepala daerah.

BACA JUGA:Rupbasan dan Radar Indramayu Bangun Sinergitas di Bidang Pemberitaan

Menurut Munangwar, beberapa nama memang sempat muncul. Namun nama-nama itu diragukan bakal turun gelanggang. Terlebih sudah mengamankan diri menduduki kursi di parlemen. “Sebut saja Haji Satori yang sangat santer sosialisasi, tapi sekarang sudah terpilih jadi Anggota DPR RI.

Apakah nanti akan mengundurkan diri dan nyabup? Tentu perlu hitung-hitungan matang karena harus mundur kalau maju pilkada,” kata Munangwar kepada Radar Cirebon, Selasa 23 April 2024.

Kandidat lainnya, sambung dia, HM Luthfi atau Ketua DPRD. Luthfi sendirisudah turun gelanggang di dua edisi pilkada sebelumnya. Dari mulai Luthfi-Arimbi dan Luthfi-Qomar. “Nama Luthfi menjadi opsi. Namun posisi Luthfi saat ini bukan ketua DPC sehingga akan sulit untuk mendapat rekomendasi dari pusat," bebernya.

Calon atau figur lainnya, Teguh Rusiana Merdeka. Sudah mendapat surat tugas dari pusat untuk maju nyabup, tapi sepertinya akan melakukan hitung-hitungan terlebih dahulu setelah lolos untuk periode kedua di parlemen.

BACA JUGA:Tips Berkendara Sepeda Motor Tetap Gaya

Kemudian, PKS dan Gerindra sendiri kemungkinan jika melihat tren, sangat mungkin menjadi partai koalisi, baik dengan petahana ataupun berkoalisi dengan penantang petahana. "Ada nama lain yang mungkin muncul sebagai kandidat, yaitu Ketua PMI, Heviyana. Tapi dengan waktu tersisa sebelum pilkada, akan sangat berat bagi penantang untuk bisa menggulingkan petahana," ungkapnya.

Justru, kata Munangwar, penantang Imron paling santer datang dari internal PDIP. Banyak pihak mendorong agar ada kandidat muda dari internal PDIP sebagai opsi meneruskan tongkat estafet kepemimpinan sebagai bupati.

“Justru internal PDIP punya calon kuat lainnya. Ada anak muda yang potensial dan punya kans untuk maju, Bambang Mujiarto. Dia punya pengalaman dua kali duduk sebagai legislator Jawa Barat. Sekarang bahkan sudah dipastikan menang untuk ketiga kalinya," paparnya.

SUDAH DIPANGGIL DPD PDIP JABAR
Sementara itu, DPD PDIP Provinsi Jawa Barat sudah memanggil pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon dan sejumlah bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati, kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: