Kisruh Mahad Al Zaytun Makin Panas, KPU Pastikan Tak Ganggu Tahapan Pemilu

Kisruh Mahad Al Zaytun Makin Panas, KPU Pastikan Tak Ganggu Tahapan Pemilu

KETUA KPU INDAMAYU AHMAD TONI FATONI-Kholil Ibrahim -Radar indramayu

GANTAR, RADARINDRAMAYU.ID  – Kisruh Mahad Al Zaytun terus berlanjut. Bahkan diprediksi semakin panas. Banyak pihak khawatir, dampaknya bakal mengganggu pelaksanaan tahapan teknis Pemilu 2024, khususnya di internal pondok pesantren pimpinan Syaikh AS Panji Gumilang itu.

Sebagaimana diketahui, di Mahad Al Zaytun terdapat tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) Lokasi Khusus pada Pemilu 2024.

Potensi pemilihnya sebanyak 825 orang. Mereka adalah para santri atau pelajar yang tidak bisa pulang kampung saat hari H Pemilu pada 14 Februari 2024 nanti.

Sehingga Mahad Al Zaytun mengusulkan perlunya TPS Lokasi Khusus untuk memberikan kesempatan pemilih tetap bisa menyalurkan hak konstitusinya. Hingga akhirnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengabulkannya.

BACA JUGA:Anggota DPR RI Herman Khaeron Konsen Dukung Pengembangan UMKM

BACA JUGA:Tipu Calon Pekerja untuk Kerja di Jepang, Dua Orang Ini Terancam Penjara Hingga 15 Tahun

TPS Lokasi Khusus di pondok pesantren terbesar di Asia Tenggara tersebut untuk dapat melayani pemilih yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya di TPS asal pada hari pemungutan suara.

Ketua KPU Kabupaten Indramayu Toni Ahmad Fatoni memastikan tahapan teknis pemilu di Mahad Al Zaytun tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Ia menyebut, kisruh yang menimpa Mahad Al Zaytun tidak akan mempengaruhi pelaksananan tahapan berikutnya.

“Insya Allah tidak terganggu, tahapan teknis terkhusus TPS Lokasi Khusus yang ada di Mahad Al Zaytun belum ada kendala. Rentang waktunya juga masih cukup untuk persiapan sampai pencoblosan,” terang dia kepada Radar, Minggu (18/6).

BACA JUGA:Raih ISO 22301, Bank Mandiri Pastikan Kehandalan Operasional Bisnis Berstandar Internasional dan Prinsip ESG

BACA JUGA:Lagi Ngetren, Jawara Customaxi Ini Bikin XSR 155 Café Racer Full Fairing Versi Gen Z

Sejauh ini, KPU Indramayu telah menuntaskan verifikasi faktual (verfak) tahap pertama dan kedua. Tahap pertama untuk melakukan pencocokkan dan meneliti secara langsung setiap nama pemilih yang sebelumnya terdata.

Hasilnya, sebanyak 793 orang pemilih yang dapat dikonfirmasi. Kemudian  6 orang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) lantaran sudah kembali ke asalnya. Sementara pemilih yang belum dapat dikonfirmasi sebanyak 25 orang santri MTS karena masih libur. Lalu terdata pemilih baru sebanyak 1 orang dan perbaikan data sebanyak 21 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: