Yamaha_detail

Waspadai Lima Ciri Penipuan Online

Waspadai Lima Ciri Penipuan Online

ilustrasi penipuan online--

Radarindramayu, JAKARTA - Kini marak terjadi kasus penipuan, dan belakangan ini masyarakat memaksa untuk terhubung ke internet untuk membantu kegiatan sehari-hari.

Akitivitas di dunia maya tidakm melulu aman, pengguna harus berhati-hati terhadap penawaran- penawaran yang bisa berujung penipuan.

Berikut kami membagikan lima ciri penipuan di dunia maya yang harus diwaspadai.

1. Hadiah menarik dan intimudasi

Penipu online memanfaatkan perasaan calon korbannya supaya mau mengikuti keinginan mereka, misal rasa penasaran, serakah atau takut.

BACA JUGA:Bupati Indramayu Serahkan 3 Mobil Maskara

2. Waktu singkat

Penjahat mengeksploitasi perasaan korban dengan sengaja memberikan tenggat waktu yang singkat agar korban yang sudah terbawa emosi, terburu-buru mengikuti instruksi tersebut.

3. Desain amatir

Ketika mendapatkan pesan dari orang lain, baca baik-baik untuk menilai apakah berisi penipuan atau tidak. pesan penipuan seringkali salah eja, mengganti huruf dengan nomor untuk mengelabui penyaring spam.

4. Mencari basis data

Penipu sering mengadakan survei atau meminta korban mengisi formulir dengan dalih urusan administrasi untuk mendapatkan hadiah. korban juga diminta untuk membaca ulasan palsu yang diklaim sebagai pemenang sebelumnya dari program tersebut.

BACA JUGA:Dengan Terburai Airmata, Tamara Bleszynski: Saya Ingin Tenang Hidup di Bali

Beberapa penipuan terindikasi melibatkan bot untuk menyamat sebagai pengacara atau konsultan demi menyakinkan korban. Kaspersky menyarankan pengguna internet untuk waspada jika sebuah formulir terlalu banyak meminta ada yang tidak relevan.

5. Meminta biaya di awal

Trik favorit para penjahat adalah meminta biaya di awal dengan alasan pendaftaran atau verifikasi, jika tidak membayar, penipu bersikeras korban tidak bisa mendapatkan hadiah.

Ada kalanya biaya yang diminta tidak besar, namun tetap berbahaya apalagi jika sampai meminta data penting seperti nomor kartu perbankan. Pada akhirnya, hadiah yang dijanjikan tidak pernah ada, namun korban bisa kehilangan uang lebih banyak. (len)

BACA JUGA:Taman Tjimanoek Buah Sinergi Pemkab dan Polytama

Sumber: