PSSI Dorong Pemain Keturunan Tetap Main di Klub Luar Negeri, Ada Apa?
PSSI Diam-Diam Dorong Pemain Keturunan Main di Luar Negeri, Ada Apa di Baliknya?-static.promediateknologi.id-Radar Indramayu
RADARINDRAMAYU.ID - Situasi enam pemain keturunan Timnas Indonesia yang kini sedang berstatus tanpa klub menimbulkan perhatian besar dari publik dan pencinta sepak bola Tanah Air.
Sebab mereka merupakan bagian penting dari skuad Tim Nasional Indonesia dalam berbagai ajang internasional.
Mereka di antaranya adalah Jordi Amat, Thom Haye, Rafael Struick, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Shayne Pattynama.
Mereka bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan memiliki peran vital dalam membentuk kekuatan Timnas Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional.
Oleh karena itu, kekosongan status klub mereka saat ini menimbulkan kekhawatiran soal jam terbang dan konsistensi performa para pemain keturunan di lapangan.
Di tengah kekhawatiran mengenai kelanjutan karier mereka, akhirnya PSSI buka suara lewat anggota Exco Arya Sinulingga yang menegaskan bahwa federasi tidak akan tinggal diam.
Bahkan PSSI mendorong penuh agar para pemain keturunan tersebut tetap berkarier di luar negeri.
Arya Sinulingga menyebutkan bahwa kualitas kompetisi di luar negeri akan sangat membantu dalam mempertahankan standar permainan mereka di lapangan agar tetap kompetitif saat membela Timnas Indonesia.
BACA JUGA:Jelang Tahun Ajaran Baru Sekolah, Warga Indramayu Ramai-ramai Gadaikan Emas
Ia juga menegaskan bahwa PSSI tidak akan melakukan intervensi secara langsung terhadap pilihan klub para pemain tersebut karena hal tersebut sepenuhnya berada di tangan manajemen pribadi masing-masing pemain.
“Yang pasti kami dorong ya, kami dorong mereka tetap main di luar negeri. Seperti misalnya, Rafael, Nathan. Kita tunggu saja bagaimana nanti. Kami pasti juga support mereka. Pemain di Timnas dan klub itu beda,” ungkap Arya Sinulingga.
PSSI juga sangat memahami pentingnya menjaga citra sebagai federasi yang profesional, jika terlalu banyak campur tangan bisa menimbulkan persepsi negatif dari publik.
Arya menjelaskan bahwa PSSI tidak ingin dianggap ikut campur dalam urusan pribadi atau profesional pemain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

