Dibikin Kesal Oleh Pelatih Gegara Jadi Cadangan, Thom Haye Blak-blakan Ingin Cabut dari Almere: Menyakitkan!

Thom Haye saat berseragam Almere City.-Instagram #thomhaye-radarindramayu.id
RADARINDRAMAYU.ID - Ada momen yang miring mengenakan yang menimpa salah satu penggawa Timnas Indonesia yakni, Thom Haye.
Thom yang akrab disapa The Profesor, mendapati kejadian yang membuat dirinya kesal, lantaran hanya dijadikan pemain cadangan yang merumput selama 17 menit, saat melawan FC Utrecht.
Hedwiges Maduro sebagai juru taktik, diduga menjadi dalang utama yang membuat Haye merasa emosi, hingga dia mengatakan secara blak-blakan ingin hengkang dari klub Almere City.
Gelandang 29 tahun ini, merasa frustrasi lantaran jerih payahnya selama beberapa laga terakhir, dengan konsisten menampilkan statistik apik di lini tengah, malah kurang diapresiasi oleh Maduro.
"Saya memainkan setiap menit-menit secara bagus, tapi pada menit-menit sebelumnya (Almere VS Utrecht) terasa menyakitkan. Duduk di bangku cadangan, saya rasa itu adalah hal yang tidak perlu," tegas Thom Haye.
"Benar-benar menyakitkan, saya pikir bisa memulai laga dengan kuat sejak babak pertama, kami mendapati pertandingan di mana kami bisa meraih lebih banyak (peluang), jika saja saya turun lebih awal," imbuhnya.
Perlu diketahui, selama Haye berseragam Almere, dirinya selalu menjadi pemain yang menampilkan perbedaan di sektor tengah, kehadiran The Profesor membuat lini tengah Almere menjadi tidak mati.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, terbukti Haye selalu menjadi starter sejak babak pertama dan namanya selalu mejeng di posisi line up, akan tetapi saat melawan Utrecht, tiba-tiba saja dia dicadangkan.
Pelatih Hedwiges Maduro sendiri diduga menjadi biang atas kekalahan Almere, pada pekan ke-15 Eredivisie atau Liga Belanda, saat menjamu FC Utrecht di kandang mereka.
Sudah 5 pertandingan terakhir, Almere selalu meraih hasil negatif seperti kekalahan, hingga membuat para pemain sedikit jengkel dengan strategi pelatih, tak terkecuali Haye yang menyuarakan suaranya dengan lantang.
"Saya tidak setuju dengan strategi pelatih (Hedwiges Maduro). Saya memainkan segalanya sewaktu di (NAC dan Heerenveen) selama bertahun-tahun, pada periode itu saya juga sudah matang dalam penguasaan bola," tegasnya.
"Saya berpendapat bahwa sangat aneh, apabila saya hanya menjadi pemain cadangan, padahal saya sudah melakukan pembicaraan bersama (Hedwiges Maduro), tapi skenario ini (dicadangkan) itu menyakitkan," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: