Pernah Dibina Pertamina, Anak Muda Ini Sukses Angkat Cemilan Lokal Mendunia

Pernah Dibina Pertamina, Anak Muda Ini Sukses Angkat Cemilan Lokal Mendunia

Produk lokal Indramayu, Bongsang,masuk sebagai salah satu souvenir dalam pertemuan G20 di Bali-Utoyo Prie Achdi-

Radarindramayu.id, INDRAMAYU – Hera Wijaya (28), warga Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat saat ini tengah berbahagia.

 

Pasalnya, produk UMKM lokal miliknya masuk sebagai salah satu souvenir di even internasional Presidensial G20 hingga  KTT G20 yang berlangsung di Bali, Indonesia, bulan November 2022 ini.

 

Apa yang menarik dari produk lokal ini, hingga bisa menarik perhatian dan terpilih menjadi salah satu souvenir? Ternyata produk yang diproduksi Hera Wijaya adalah makanan ringan atau cemilan, yang diberi nama Bongsang.

 

Bongsang  ini merupakan singkatan dari Bonggol Pisang.  Inilah yang menarik. Hera Wijaya berhasil memanfaatkan bonggol pisang. Mengolahnya hingga menjadi makanan ringan yang gurih dan renyah.

 

Kemasannya pun sangat menarik, tidak kalah dengan makanan ringan lain yang ada di supermarket atau toko modern. Inilah yang menjadi nilai tambah Bongsang.

 BACA JUGA:Jokowi akan Temui Raja Kamboja hingga Hadiri Sejumlah Pertemuan Pemimpin ASEAN

Hera Wijaya mengaku terkejut,  karena produknya bisa terpilih menjadi salah satu dari 47 souvenir yang terpilh di KTT G20 ini. Pasalnya,  dari ribuan UMKM yang diseleksi., ternyata Bongasng berhasil terpilih.

 

“Seleksi ini dilakukan pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selain seleksi administrasi, juga ada kurasi, dimana produk kita sudah dicoba terlebih dahulu. Alhamdulillah lolos,” ungkap Hera, Kamis, 10 November 2022.  

 

Perjalanan Hera Wijaya untuk mengembangkan produk Bongsang memang sangat panjang. Berawal dari keresahanya di lingkungan sekitar rumah. Banyak sekali bonggol pisang terbengkalai. Menjadi limbah tak berguna. Semakin hari jumlahnya semakin banyak. Bingung mau di buang ke mana. Ketika sungai maupun selokan jadi sasaran, buntutnya saluran mampet dan air meluap.

 

“Saya prihatin melihat bonggol pisang berserakan di selokan dekat rumah dan menyebabkan banjir. Dari situ saya mulai berpikir, bagaimana caranya memanfaatkan bonggol pisang sekaligus menghasilkan uang,” tutur Hera Wijaya, Kamis,10 November 2022 di rumahnya.

 

Hera Wijaya akhirnya menemukan ide, untuk mengolah bonggol pisang menjadi makanan ringan. Kalau selama ini dari ubi kayu atau kentang bisa dibuat keripik dan rasanya enak. Itu wajar. Tapi ini bonggol pisang? Sebuah ide gila. Karena memang tak biasa. Namun ternyata bisa !

 

Produk Bongsang semakin maju dan berkembang, ketika mendapatkan pendampingan dari Program Corporate Social Responsiblity (CSR) Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field. Pertamina memberikan bantuan berupa kemasan produk Bongsang, dengan desain keren dan cantik. Kemasan didatangkan langsung dari percetakan di Bandung.

 

Produk Bongsang yang awalnya dalam kemasan plastik sederhana, terkesan seperti produk murahan, berubah drastis. Menjadi kemasan keren dan menarik dengan dominan warna kuning. Sangat millenial, dan tentunya meningkatkan nilai jual. Tidak kalah dengan kemasan snack merk terkenal.

 

Begitu dahsyatnya pengaruh sebuah branding. Pengaruh kemasan produk terhadap tingkat penjualan. Dengan kemasan modern yang sangat keren, Hera mengaku semakin percaya diri.

 

Poduknya semakin dikenal dengan branding kemasan yang cantik. Omset penjualan ikut terdongkrak. Semakin banyak konsumen yang tertarik.

“Setelah dibantu kemasan yang cantik dari Pertamina, tingkat penjualan naik hingga 30 persen,” ungkap Hera.

 

Selain dibantu dalam pembuatan kemasan, pihak Pertamina EP juga ikut membantu di bidang pemasaran. Beberapa kali Hera diajak mengikuti  pameran. Baik di Jakarta maupun kota-kota lainnya, termasuk pameran UMKM di Kabupaten Indramayu.

 

Kini omset penjualannya dalam satui bulan rata-rata mencapai Rp30 juta – Rp 50 juta. Selain melalui penjualan langsung, Hera lebih banyak memasarkan prioduknya melalui online.

                                                    

Apa yang dilakukan Hera Wijaya ini awanya sempat ditentang kedua orang tuanya, Daryono dan Nursaenah. Kedua orangtuanya menginginkan Hera kuliah, kemudian lulus dan bekerja menjadi pegawai.

 

Namun dengan  keberhasilannya, saat ini kedua orangtua Hera justru ikut menjadi karyawan di usaha miliknya. Bukan hanya kedua orangtuanya, usaha ini juga telah membuka lapangan kerja bagi para tetangga.

 

 

Dikutip dari situs Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.

 

G20 merupakan representasi lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

 

Keberhasilan makanan ringan Bongsang menjadi salah satu souvenir G20 tentu saja sangat membanggakan. Karena produk makanan ringan dengan bahan baku utama bonggol pisang ini, akhirnya dikenal orang-orang dari berbagai belahan dunia.(oet)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: