Yamaha_detail

Pendemo PT Polytama Propindo Kecewa, Belum Ada Kejelasan Soal Tuntutan Mereka

Pendemo PT Polytama Propindo Kecewa, Belum Ada Kejelasan Soal Tuntutan Mereka

Dialog antara massa pendemo dengan perwakilan dari PT Polytama Propindo Indramayu yang berlangsung Rabu (22/6) belum menghasilkan kesepakatan-utoyo prie achdi-

Radarindramayu.id, INDRAMAYU - Massa pendemo PT Polytama Propindo Indramayu, Jawa Barat kecewa,pasalnya belum ada kepastian dari pihak Polytama terkait tuntutan mereka. Dalam pertemuan yang dilakukan di area proyek Polytama Prpindo tersebut, Rabu (22/6), mereka tidak ditemui langsung oleh pimpinan perusahaan.

Massa pendemo PT Polytama Propindo  hanya ditemui sejumlah perwakilan perusahaan. Ikut dalam pertemuan tersebut Kasatpol PP  Kabupaten Indramayu, perwakilan dari Polri dan TNI, Camat Juntinyuat dan perwakilan warga Desa Limbangan dan Lombang Kecamatan JUntinyuat Kabupaten Indramayu.

Juru bicara perwakilan massa pendemo PT Polytama Propindo, Taryono, mengaku kecewa karena belum juga ada kepastian dari pihak Polytama Propindo terkait tuntutan mereka.  "Kami minta dalam dua hari ke depan sudah ada kepastian soal tuntutan kami. Kalau belum juga ada kejelasan, kami  akan lakukan penutupan kembali, bahkan akan datang dengan massa yang lebih banyak lagi," tegasnya.

BACA JUGA:Warga Demo PT Polytama Propindo. Ada Apa?

Taryono menjelaskan, ada tiga tuntutan utama masyarakat desa penyangga. Pertama adalah dilibatkannya pengusaha lokal dalam kegiatan proyek tersebut. Kemudian penberian ganti rugi bagi petani yang sawahnya terkena proyek pembangunan.

"Tuntutan yang ke tiga segera selesaikan pembebasan tanah bagi 32 rumah, dan jangan bertele-tele," tuturnya.

Sementara General Affair PT Polytama Propindo, Andiri, enggan berkomentar. Ia mengaku hanya disuruh untuk mengikuti pertemuan dengan warga. "Saya tidak bisa berkomentar apa-apa. Saya akan koordinasikan dengan pimpinan,"tuturnya singkat.

Seperti diberitakan, warga sekitar proyek pembangunan Plant Industry PT Polytama Propindo Indramayu melakukan aksi demo, Rabu (22/6) pagi. Mereka adalah warga dari desa penyangga, yaitu Desa Limbangan dan Lombang Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu.(oet)

 

 

Sumber: