Tidak Bisa Main Meski Sudah Jalani Skorsing! Kisah Tragis Naturalisasi Malaysia
Tidak Bisa Main Meski Sudah Jalani Skorsing! Kisah Tragis Naturalisasi Malaysia-jawapos.com-Radar Indramayu
RADARINDRAMAYU.ID - Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Asia Tenggara, tepatnya soal Timnas Malaysia yang menghadapi kendala serius terkait pemain naturalisasi.
Meski ketujuh pemain naturalisasi ini sudah menjalani masa skorsing selama 12 bulan dari FIFA, mereka tetap belum memenuhi syarat eligibilitas untuk membela Malaysia secara resmi di kancah internasional.
Hal ini dikonfirmasi oleh pengacara olahraga terkenal, Nik Erman, yang menjelaskan bahwa kepemilikan kewarganegaraan saja tidak cukup jika tidak disertai dengan syarat tinggal lima tahun di negara tersebut sesuai regulasi FIFA.
Kasus ini memicu perdebatan luas dan punya dampak besar bagi strategi skuad Harimau Malaya dalam kompetisi mendatang.
BACA JUGA:Tun Mahathir Bongkar Skandal Sepak Bola Malaysia! Jadi Siapa Dalang di Balik Naturalisasi Ilegal?
Skorsing Sudah Jalan, Namun Pemain Naturalisasi Malaysia Tetap Tak Bisa Main
Ketujuh pemain naturalisasi yang sebelumnya mendapat hukuman skorsing 12 bulan dari FIFA kini menghadapi kenyataan pahit.
Meski telah melewati masa hukuman, mereka tetap tidak bisa diikutsertakan membela Timnas Malaysia karena gagal memenuhi kriteria tempat tinggal yang telah ditetapkan FIFA.
Aturan tersebut mensyaratkan setiap pemain yang akan tampil bagi negara baru wajib menjalani masa tinggal selama lima tahun dengan minimal 183 hari dalam setahun di negara tersebut.
BACA JUGA:Skandal Baru Naturalisasi Malaysia! Nacho Mendez ‘Disembunyikan’ dari Timnas?
Hal ini bertujuan untuk menjaga keaslian dan integritas kompetisi antar negara sekaligus mencegah praktik naturalisasi abal-abal yang hanya untuk kepentingan kompetisi.
Menurut Nik Erman, seorang pengacara olahraga berpengaruh di Malaysia, status kewarganegaraan semata tidak bisa membebaskan para pemain dari regulasi kepindahan internasional tersebut.
FIFA secara tegas mengawasi penerapan aturan ini untuk memastikan standar keadilan dan persaingan yang sehat.
Artinya, meskipun saat ini pemain-pemain tersebut telah menjadi warga negara Malaysia secara administratif, mereka belum memenuhi syarat FIFA sehingga tidak eligible untuk memperkuat Timnas Malaysia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

