Ole Cedera, PSSI Akan Cari Pemain Lain! Ini Buruan Baru Untuk Pengganti Posisi Striker!
Ole Cedera, PSSI Akan Cari Pemain Lain! Ini Buruan Baru Untuk Pengganti Posisi Striker!-cdn-1.timesmedia.co.id-Radar Indramayu
RADARINDRAMAYU.ID - Cedera yang kini dialami Ole Romeny telah menjadi pukulan berat bagi Timnas Indonesia, terutama menjelang FIFA Matchday September 2025 yang mempertemukan Garuda dengan dua lawan tangguh, Lebanon dan Kuwait.
Dengan kondisi Romeny yang dipastikan tak bisa diturunkan dalam dua laga krusial tersebut, PSSI pun bergerak cepat mencari solusi agar lini depan skuad Patrick Kluivert tidak pincang.
Salah satu opsi utama yang kini dibidik adalah mendatangkan pemain keturunan berkualitas tinggi yang bisa segera memperkuat Timnas Senior.
Menurut Manajer Timnas Indonesia, Kombes Pol Sumardji, PSSI sudah membuka komunikasi dengan berbagai pihak dan terus mencari pemain diaspora yang memiliki kualitas sekelas atau bahkan melebihi Romeny.
BACA JUGA:Persib Bandung Kirim Sinyal Bakal Perkenalkan Apparel Anyar untuk Musim 2025-2026, Adidas atau Nike?
Tak main-main, Sumardji menyebut target PSSI adalah pemain grade A, bukan sekadar tambahan jumlah pemain semata.
“Kemungkinan untuk menambah pemain keturunan selalu terbuka,” ucap Sumardji di depan awak media.
“Tapi yang kami cari ini bukan pemain sembarangan, kami ingin yang punya kualitas tinggi, grade A. Pak Ketua Umum (Erick Thohir) juga terus berbicara intens dengan koleganya di luar negeri agar bisa menemukan nama yang tepat,” lanjutnya.
Pernyataan itu memberi sinyal kuat bahwa proses naturalisasi pemain keturunan belum berhenti dan justru akan semakin dipercepat menyusul cedera yang dialami Ole.
PSSI tampaknya tidak ingin momentum kebangkitan Timnas Indonesia terhambat karena absennya satu pemain penting.
Meski pelatih Patrick Kluivert masih memiliki opsi menarik di dalam skuad U-23, seperti Jens Raven yang sempat bersinar, namun PSSI bersikap realistis.
“Terlalu jauh,” kata Sumardji tegas saat ditanya soal kemungkinan membawa Raven ke skuad senior.
Ia juga mengingatkan agar publik tidak terlalu cepat menilai pemain hanya dari satu pertandingan, seperti saat Indonesia mengalahkan Brunei.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

