Dapat Kluh Baru, Perjalanan Panjang Cyrus Margono Demi Karier dan Timnas Indonesia
Naturalisasi Selesai, Klub Baru Didapat: Perjalanan Panjang Cyrus Margono Demi Karier dan Timnas Indonesia-instagram @cmargono-instagram @cmargono
RADARINDRAMAYU.ID - Kiper muda berbakat, Cyrus Margono, kembali menjadi sorotan setelah resmi bergabung dengan KF Dukagjini, klub kasta tertinggi Liga Kosovo.
Keputusan ini diambil setelah kontraknya dengan Panathinaikos B di Yunani berakhir pada Juli 2024, yang membuatnya sempat menganggur selama tujuh bulan.
Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai salah satu kiper keturunan Indonesia yang memiliki potensi besar di dunia sepak bola.
Kabar kepindahan Cyrus ke Liga Kosovo menarik perhatian banyak pihak, terutama karena statusnya sebagai pemain naturalisasi Indonesia.
BACA JUGA:Beberapa Fakta Dari Zulkifli Syukur Eks Pemain Timnas 2010, Menjadi Asisten Patrick Kluivert Di Timnas
Pada Maret 2024, ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) melalui proses naturalisasi yang diharapkan membuka peluang bagi dirinya memperkuat Timnas Indonesia.
Namun, hingga kini, panggilan dari pelatih Timnas, baik Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert, belum juga datang.
Hal ini menjadi tanda tanya besar, apakah bermain di KF Dukagjini akan menjadi batu loncatan yang ia butuhkan untuk kembali bersinar?
Cyrus Margono sebelumnya bermain untuk Panathinaikos B dan mencatatkan delapan penampilan selama musim 2023-2024.
Namun, ketidakpastian di akhir kontraknya membuat ia harus berjuang mencari klub baru.
Meski Liga Kosovo bukan liga top Eropa, bermain di sana memberikan Cyrus kesempatan untuk mendapatkan waktu bermain reguler.
Waktu bermain adalah salah satu faktor penting yang akan menentukan peluangnya memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.
KF Dukagjini sendiri saat ini berada di peringkat keenam klasemen Liga Kosovo.
BACA JUGA:Patrick Kluivert Bahagia Berkat Kembalinya Mees Hilgers ke Eredivisie, Fix Ikut Kualifikasi Piala Dunia?
Klub ini dikenal kompetitif meskipun bukan tim papan atas.
Di sana, Cyrus akan bersaing dengan tiga kiper lainnya, yaitu Altik Muhaxhiri, Arber Bajraktari, dan Dion Elezaj.
Persaingan ini menjadi tantangan besar, tetapi juga peluang bagi Cyrus untuk membuktikan dirinya layak menjadi pilihan utama.
Sebagai kiper kelahiran Mount Kisco, Amerika Serikat, pada 9 November 2001, Cyrus memiliki latar belakang unik.
BACA JUGA:Aplikasi Terbaru Tahun 2025 Penghasil Saldo DANA Rp350.000 Rupiah Sekalin Main, Yuk Simak Disini
Ayahnya berasal dari Indonesia, sementara ibunya berdarah Iran.
Ia mengasah kemampuan sepak bolanya di Amerika Serikat sebelum melanjutkan karier ke Yunani.
Naturalisasinya menjadi WNI pada tahun 2024 membawa harapan besar dari para penggemar sepak bola Indonesia.
Tetapi hingga kini, Cyrus harus menghadapi persaingan ketat di posisinya.
BACA JUGA:Striker Belgia Berdarah Yogyakarta, Baru Lagi? Akui Terbuka Bela Timnas Indonesia di Masa Mendatang
Di Timnas Indonesia, posisi penjaga gawang diisi oleh nama-nama besar seperti Nadeo Argawinata, Ernando Ari, dan Maarten Paes.
Bahkan, Emil Audero yang bermain untuk Inter Milan saat ini sedang dalam proses naturalisasi.
Dengan persaingan sebesar itu, Cyrus harus membuktikan dirinya melalui performa konsisten di KF Dukagjini.
Penampilan reguler dan peningkatan kualitas menjadi kunci utama yang dapat membuka peluangnya kembali dilirik oleh pelatih Timnas.
BACA JUGA:Punya Darah Yogyakarta, Robin Mirisola Ucap Masih Buka Peluang Untuk Bela TImnas Indonesia
Meskipun tantangan besar menanti, bergabungnya Cyrus ke Liga Kosovo adalah langkah penting dalam kariernya.
Jika ia mampu tampil gemilang dan menarik perhatian klub-klub besar, bukan tidak mungkin perjalanan kariernya akan kembali ke jalur yang diimpikan.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Cyrus menjalani babak baru ini.
Dengan harapan besar dari para pendukung Timnas Indonesia yang menanti aksinya berseragam Garuda di masa depan.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

