Gila! Melesat Tajam! Timnas Indonesia Masuk Daftar Tim Nasional Termahal di Asia, Ini Fakta Menariknya!

daftar harga pemain timnas naturalisasi-Instagram: @katadatacoid-Radar Indramayu
RADARINDRAMAYU.ID - Tim nasional Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam dunia sepak bola Asia, tak hanya dari segi performa di lapangan, tetapi juga dari sisi nilai pasar pemain yang kini melonjak tajam berkat kehadiran para pemain naturalisasi.
Data terbaru dari Transfermarkt per 19 Maret 2025 menunjukkan bahwa Timnas Indonesia kini memiliki total nilai pasar mencapai Rp634,86 miliar, menempatkannya di posisi keenam sebagai tim nasional dengan nilai termahal di Asia.
Lonjakan nilai pasar ini tidak lepas dari kontribusi tiga pemain naturalisasi yang memiliki banderol tinggi, yakni Mees Hilgers dengan nilai Rp156,43 miliar, Emil Audero yang menyumbang Rp86,91 miliar, serta Kevin Diks dengan nilai pasar Rp78,22 miliar.
Peningkatan nilai pasar Timnas Indonesia menjadi bukti nyata bahwa federasi sepak bola Indonesia tak main-main dalam memperkuat skuad demi bersaing di level internasional, bahkan kini mereka sudah melampaui nilai pasar Arab Saudi dan mendekati Australia.
BACA JUGA:Ramadan Berkah, IKMI Bagikan Takjil Jelang Buka Puasa
Fenomena ini tentu menjadi sorotan menarik, mengingat posisi Indonesia pada Oktober 2024 lalu masih bertengger di peringkat kedelapan, dan hanya dalam hitungan bulan berhasil naik ke posisi keenam berkat strategi naturalisasi yang tepat sasaran.
Mengacu pada data dari Katadata dan Databoks, posisi teratas tim nasional dengan nilai pasar tertinggi di Asia masih ditempati oleh Jepang, yang jauh melesat dengan total nilai Rp5,33 triliun.
Jepang tidak hanya unggul dari segi kualitas pemain, tetapi juga memiliki sistem pembinaan yang mapan, ditambah pemain-pemain mereka yang tampil reguler di liga-liga top Eropa.
Sementara Korea Selatan berada di posisi kedua dengan nilai Rp2,10 triliun, disusul Uzbekistan di posisi ketiga dengan nilai Rp1,21 triliun. Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) masing-masing menempati posisi keempat dan kelima, dengan nilai pasar Rp804,77 miliar dan Rp770,88 miliar.
Melengkapi daftar sepuluh besar, ada Arab Saudi (Rp532,75 miliar), Australia (Rp412,81 miliar), Qatar (Rp401,95 miliar), dan Yordania (Rp235,52 miliar).
Keberhasilan Timnas Indonesia menembus posisi enam besar di Asia tentu tidak lepas dari strategi rekrutmen pemain diaspora dan naturalisasi yang selama ini dijalankan PSSI.
Selain meningkatkan kekuatan tim dari segi skill individu dan kedalaman skuad, langkah ini juga membawa dampak positif terhadap nilai pasar keseluruhan, yang akhirnya bisa memengaruhi pandangan dunia terhadap sepak bola Indonesia.
Kenaikan posisi Indonesia mengindikasikan bahwa federasi tak hanya memprioritaskan jangka pendek dalam menghadapi turnamen, tetapi juga mulai menata tim untuk masa depan yang lebih kompetitif di level internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: