Nanang Qosim: Pernyataan Lucky Hakim Soal Jurnalisme Indramayu Tidak Pantas dari Seorang Calon Bupati

Nanang Qosim: Pernyataan Lucky Hakim Soal Jurnalisme Indramayu Tidak Pantas dari Seorang Calon Bupati

Tangkapan layar video keterangan pers yang dilakukan oleh Nanang Qosim, juru bicara paslon Nina-Tobroni, pada Selasa, 19 November 2024. -Foto: istimewa/tangkapan layar.-radarindramayu.id

RADARINDRAMAYU.ID – Nanang Qosim, juru bicara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu nomor urut 3, Nina-Tobroni, menanggapi pernyataan kontroversial yang disampaikan oleh calon Bupati Indramayu nomor urut 2, Lucky Hakim. Lucky sebelumnya mengkritik karya jurnalisme di Kabupaten Indramayu dan menyebut produk jurnalis Indramayu sebagai “sampah."

Menurut Nanang Qosim, pernyataan tersebut adalah reaksi yang tidak tepat dan tidak pantas disampaikan oleh seorang calon Bupati. 

"Saya kira pernyataan ini sebagai sebuah pernyataan yang reaksioner, pernyataan yang tidak patut disampaikan oleh seorang calon Bupati," ujar Nanang dalam sebuah keterangan pers, Selasa, 19 November 2024. 

Dia menambahkan, jurnalisme dalam konteks politik modern adalah salah satu pilar penting, dalam menyajikan informasi yang luas kepada masyarakat. 

"Kita tahu bersama bahwa jurnalisme dalam konteks politik modern adalah salah satu pilar dan kita harus memberikan ruang terhadap media menyajikan informasi yang luas kepada masyarakat," tegas Nanang.

BACA JUGA:Peringkat FIFA Timnas Indonesia Melonjak Tinggi Usai Kalahkan Arab Saudi, Sukses Bantah Vietnam!

Menanggapi pernyataan Lucky Hakim yang menganggap karya jurnalis di Indramayu tidak berkualitas, Nanang menilai bahwa setiap media, termasuk di Indramayu, tentunya memberitakan sesuatu berdasarkan observasi dan wawancara langsung dengan berbagai pihak. 

Nanang juga menyebutkan bahwa pasangan Nina-Tobroni pernah mengalami pemberitaan yang mungkin kurang menguntungkan dalam konteks elektoral, namun mereka menanggapinya dengan santai dan tidak bereaksi berlebihan. 

"Reaksi yang disampaikan oleh ibu Nina dan pak Tobroni biasa saja. Santai aja. Jadi tidak reaksioner seperti yang disampaikan oleh Lucky Hakim. Kami sadar betul bahwa media memberitakan sesuatu itu melalui observasi, melalui wawancara, dan melihat peristiwa itu secara langsung." ujar Nanang.

Dalam kesempatan ini, Nanang mengajak masyarakat Indramayu untuk lebih bijak dalam menyikapi pemberitaan media dan mendukung kemerdekaan pers sebagai bagian dari demokrasi yang sehat.

"Jadi mari kita berkomitmen menjadikan media di Kabupaten Indramayu sebagai media yang merdeka, yang mempunyai jati diri, dan tidak dihinakan oleh calon pemimpin di Kabupaten Indramayu," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: