Ada Sholat Tarawih Kilat 6 Menit di Indramayu, Ini Tanggapan Ketua MUI

Ada Sholat Tarawih Kilat 6 Menit di Indramayu, Ini Tanggapan Ketua MUI

Ketua MUI Kabupaten Indramayu KH Satori MA-utoyo prie achdi-

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Pelaksanaan shalat tarawih kilat yang dilakukan di pondok pesantren Al Quraniyah di Desa Dukuhjati Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu memang selalu menjadi perhatian publik.

Betapa tidak, sholat tarawih dengan 23 rokaat tersebut ternyata bisa diselesaikan hanya dalam waktu 6 menit. Hal ini pun mendapat tanggapan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu, KH Satori MA.

Satori mengungkapkan, dalam Al Qur’an Surat Thaha ayat  132 sudah jelas tertulis yang artinya, perintahkan kepada keluargamu untuk menegakan sholat, tapi laksanakan sholat itu dengan sabar.

“Jadi dari aturan dalam Al Qur’an itu sudah jelas kalau sholat itu jangan dilakukan dengan tergesa-gesa. Baca doanya dengan benar danjangan asal-asalan,” kata Satori, saat menghadiri pemusnahan miras di Mapolres Indramayu, Jum’at 24 Maret 2023.

BACA JUGA:Polres Indramayu Musnahkan Barang Bukti Miras, Narkotika, dan Knalpot Bising

BACA JUGA:Kapolres AKBP Fahri Siregar Resmikan Rumah Baru untuk Keluarga Carwadi

Terkait sholat tarawih, lanjut Satori, kalau yang tidak mampu melakukan 23 rokaat juga bisa 11 rokaat. Semua ada dasar hukumnya dan jangan saling menyalahkan.

“Yang sholatnya tidak sabar itu yang harus diperbaki,” tandasnya.

Satori mengaku sudah menyampaikan di medsos atau grup-grup MUI terkait sholat tarawih kilat tersebut. Menurutnya, untuk apa sholat terburu-buru.

Ia mengimbau umat Islam agar memanfaatkan bulan Ramadhan yang hanya setahun sekali ini untuk beribadah dengan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya.

BACA JUGA:Petani Garam Pantura Mulai Garap Lahan

BACA JUGA:Hore! Harga BBM Terbaru Resmi Turun 1.000-1.200 per Liter di SPBU Hari Ini 24 Maret 2023

“Sholat itu dilaksanakan karena Allah, sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Satori juga mengimbau umat Islam agar tidak melakukan kegiatan sahur on the road, yang akan mengganggu warga maupun pengguna jalan. Menurutnya,akan lebih baik kalau kegiatan sahur bersama atau buka bersama dilakukan di masjid-masjid atau mushola.

“Kalaui mau buka bersama atau sahur bersama, lebih baik dilakukan di masjid atau mushala. Mari kita ramaikan masjid dengan ibadah,”ajaknya.

Sementara  Pengurus Pondok Pesantren Alquraniyah, KH Azun Mauzun, mengatakan, kembali digelarnya salat Tarawih super kilat ini merupakan aspirasi dari masyarakat setempat.

BACA JUGA:Mitsubishi XFC Concept Diperkenalkan di Kota Bandung

BACA JUGA:Daihatsu Berikan Edukasi Berkendara Aman kepada Pelanggan di Karawang

Dikatakan, banyak warga dan kalangan pemuda yang mendatangi pihak pondok pesantren untuk meminta agar tarawih kilat kembali digelar. Tarawih kilat ini merupakan tradisi yang rutin digelar di pondok pesantren setempat sejak tahun 2006.

Adapun tujuan salat Tarawih kilat ini juga untuk mengajak kawula muda memperbanyak ibadah di bulan suci Ramadhan.

Pada Ramadhan 1443 H atau tahun 2022, pelaksanaan salat Tarawih kilat sempat ditiadakan. Hal tersebut menyusul dengan imbauan dari PCNU Indramayu untuk meniadakan salat super kilat tersebut, demi menjaga kekhusyukan masyarakat dalam beribadah. Namun tahun 2023 ini ternyata kembali digelar.

BACA JUGA:PLN Selesaikan Proyek PLTA Jatigede

BACA JUGA:Manfaat Berbuka dengan Kurma, Yuk Dicoba!

 

 

 

Sumber: