Poktan dan POPT Terisi Basmi Hama Tikus

Poktan dan POPT  Terisi Basmi Hama Tikus

BASMI HAMA: Poktan Kepuh Sari Kendayakan bersama POPT melakukan gropyokan tikus jelang musim tanam rendeng, kemarin.-ANANG SYAHRONI-RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Poktan Kepuh Sari Desa Kendayakan Kecamatan Terisi bersama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Terisi mulai melakukan gropyokan alias membasmi hama tikus, kemarin.

Petugas POPT Kecamatan Terisi Tawin SP mengatakan, gropyokan tikus menjadi sarana cara para petani khususnya kelompok tani dalam mengendalikan serangan hama tikus sebelum memulai masa tanam rendeng 2022.
Langkah tersebut, menurut Tawin, menjadi rutinitas para petani agar tanaman padi yang beru ditanam tidak dirusak oleh hama tikus.

“Pengendalian hama tikus jelang musim tanam rendeng 1 ini rutin dilakukan oleh POPT bersama anggota Poktan dan melibatkan para penyuluh pertanian juga, secara bergilir ke desa-desa,” ucap Tawin kepada Radar Indramayu, Senin (5/12).

Disampaikan Tawin, gropyokan hama tikus dilakukan sebagai upaya pengendalian petani terhadap serangan hama tikus yang dapat merusak tanaman padi petani.

BACA JUGA:TPU Dikepung Banjir Rob, Kali Ceperawan Meluap, Pemdes Minta Warga Eretan Tetap Waspada

Tikus, lanjutnya, menjadi hama yang sangat diwaspadai petani. Hal itu, kata Tawin, karena perkembang biakannya yang cepat, sehingga jika tidak dilakukan pengendalian secara rutin dapat berdampak serius bagi petani.
“Melalui gerakan ini diharapkan perkembang biakan hama tikus dapat terkendali dan serangannya pada tanaman bisa terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Poktan Kepuh Sari Mustofid mengatakan, pembasmian hama tikus dilakukan secara rutin oleh kelompoknya untuk mengurangai serangan tikus pada tanaman padi, dengan cara menyisir wilayah yang biasa dijadikan tempat tikus bersarang.

Terutama, di wilayah persawahan yang dekat dengan tanggul sungai yang biasa dijadikan sarang tikus.
“Biasanya, tikus bikin sarang di sekitaran tanah tanggul. Kita telusuri sepanjang 850 meter tanggul saluran irigasi.

Hasilnya banyak yang kita tangkap. Semoga perkembangan bisa terus ditekan, agar hasil panen bisa lebih maksimal  dan Indramayu terus menjadi lumbung padi nasional,” ujarnya.

BACA JUGA:Kasus Oknum Anggota Polsekta Utbar Jualan Pil Koplo, Polisi Buru Rekan Polisi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: