RADARINDRAMAYU.ID - Ramai dugaan yang beredar di media sosial bahwa pelaku atas kematian H Sahroni sekeluarga di rumahnya, Kelurahan Paoman Indramayu, susah tertangkap. Polisi membantah hal tersebut, dan justru masih melakukan penyidikan atas kasus ini.
Hal itu dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, pada Kamis 4 September 2025.
"Kami belum dapat datanya, pak," ujar AKP Tarno ketika dikonfirmasi mengenai dugaan pelaku sudah tertangkap.
Sementara itu, AKP Tarno membeberkan bahwa kasus ini yang semula statusnya adalah penyelidikan, kini dinaikkan ke penyidikan.
BACA JUGA:Berbagai Varian Philips Handheld Steamer yang Bisa Anda Pertimbangkan!
Alasannya, pihak kepolisian menduga bahwa kasus ini terindikasi tindak pidana kalau dilihat dari kematiannya yang tidak wajar.
"Karena kami yakin ini ada unsur tindak pidana, maka kami naikkan ke penyidikan," kata dia.
Sementara itu, kematian H Sahroni (75), Budi (45) anak H Sahroni, Euis (40) menantu H Sahroni, dan dua cucu H Sahroni, masih menjadi "bola liar" di masyarakat.
Ada yang dikait-kaitkan dengan hal mistis, ada juga yang dikaitkan dengan kedatangan tamu dari Tangerang dan pesanan 5 porsi ayam bakar sebelum H Sahroni ditemukan tak bernyawa.
BACA JUGA:Resmi Jadi Pemain Persib Bandung, Thom Haye Ungkap Alasan Besar di Baliknya Oh Ternyata Karena Ini
Berbagai barang bukti juga sudah terkumpul, satu yang menggemparkan adalah mobil Toyota Corolla yang terparkir di jalan Desa Babadan Kecamatan Sindang, beberapa waktu lalu.
AKP Tarno meminta masyarakat tetap tenang, dan menunggu rilis resmi dari kepolisian.
"Banyak dugaan yang sudah kami terima, dari total 11 saksi yang sudah diperiksa," kata dia.
Hingga hari ini, Kamis 4 September 2025, sudah 11 orang yang telah diperiksa sebagai saksi.