Polisi Pastikan Tidak Ada Luka Kekerasan Pada Kasus Pria Gantung Diri di Telukagung Indramayu

Polisi Pastikan Tidak Ada Luka Kekerasan Pada Kasus Pria Gantung Diri di Telukagung Indramayu

OLAH TKP: Tim Inafis dari Polres Indramayu melakukan olah TKP pada korban bunuh diri, Minggu (4/1/2026).-Humas Polres Indramayu -radarindramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.IDPolsek Indramayu melakukan tindakan awal di tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan adanya seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Desa Telukagung Blok Bojong 2 RT 014 RW 005, Kecamatan dan Kabupaten Indramayu, Minggu (4/1/2026). Korban diketahui bernama Edi Suhaedi (49), peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh anak tiri korban, yang pada saat itu berada di dalam kamar. Setelah keluar menuju ruang tengah rumah, saksi mendapati korban dalam kondisi tergantung dan tidak bergerak.

“Saksi langsung memberitahukan kepada tetangga, mereka langsung masuk, setelah masuk ke dalam rumah, para saksi melihat korban dalam posisi tergantung tidak bernyawa,” terangnya. Senin (5/1/2026).

Pihak kepolisian menerima laporan pada Pukul 10.00 WIB, kemudian personel Polsek Indramayu langsung menuju lokasi kejadian. Berdasarkan pemeriksaan dari para saksi  dan tim Inafis dari Polrea Indramayu bersama petugas medis dari rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

BACA JUGA:Selamatkan Warga, Sugianto Diganjar Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

Tarno menyebutkan para saksi sempat melakukan langkah pertolongan membawa korban ke Rumah Sakit MM dengan harapan nyawanya bisa tertolong, namun setelah sesampainya di rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis nyawa korban sudah tidak tertolong lagi dinyatakan meninggal dunia.

“Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang terkait peristiwa itu ya seperti tali tambang nilon berwarna putih sepanjang sekitar 3,1 meter yang masih terikat pada balok beton, drum plastik berwarna putih yang diduga digunakan sebagai pijakan, dan pada leher korban juga ditemukan bekas jeratan,” ujarnya.

Bahkan ntuk memastikan penyebab kematian korban petugas kepolisian juga melakukan pemeriksaan lanjutan bersama UPTD Puskesmas Plumbon, bersama tim Inafis Polres Indramayu. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam pada tubuh korban, selain bekas jeratan di leher.

Berdasarkan keterangan saksi, Tarno mengungkapkan korban telah beberapa bulan tidak bekerja akibat kondisi fisik pasca kecelakaan, serta menghadapi persoalan keluarga dan ekonomi. Bahkan korban juga pernah beberapa kali melakukan percobaan serupa yang berhasil digagalkan oleh warga.

BACA JUGA:Duka di Indramayu, Kuwu Terpilih Pilwu 2025 Wafat Sebelum Pelantikan

“Korban didiga mengalami tekanan psikologis atas permasalahan yang sedang dihadapinya. pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi,” ujarnya. (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: