INDRAMAYU - Empat orang anak muda terlihat asyik ngobrol di kursi tunggu stasiun Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Ada yang menggendong tas ransel ukuran besar. Ada yang membawa kardus Indomie (entah apa isinya). Ada juga yang menenteng tas kresek dengan merk minimarket tertentu, berisi air mineral dan roti. Sementara beberapa calon panumpang asyik memainkan gadget, sambil senyum-senyum sendiri.
Dari perbincangan anak-anak muda tadi, mereka adalah para mahasiswa yang akan kuliah di luar kota. Ada yang di Semarang, Jawa Tengah. Ada juga di Yogyakarta. Kereta api menjadi pilihan mereka karena sangat mudah, murah, cepat dan nyaman. Bahkan untuk pesan tiket juga cukup dari rumah, sambil rebahan. Jadi ketika tiba di stasiun tidak lagi antre membeli tiket. Tinggal cetak tiket yang telah dipesan secara online.
\"Saya lebih senang naik kereta api karena nyaman. Bisa sambil ngerjain tugas di laptop, juga bisa sambil main HP tanpa takut kehabisan batere. Selain itu juga cepat sampai,\" ungkap Rizki (20), salah seorang mahasiswa, ketika ditanya alasannya naik kereta api.
Bagi mereka kereta api ternyata sudah menjadi sahabat utama. Bahkan untuk membawa sepeda motor, sebagai kendaraan operasional di kota tempat kuliah, mereka juga memilih menggunakan jasa kereta api logistik. Biayanya tidak mahal-mahal amat, dibandingkan ketika harus diangkut pakai mobil. Waktunya juga lebih cepat.
Selain mempermudah transportasi bagi masyarakat, keberadaan stasiun PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) juga telah memberikan kontribusi positif bagi sektor ekonomi. Pedagang kecil, warung makan dan warung-warung (UMKM) lainnya tumbuh subur di sekitar stasiun. Tukang becak, tukang ojek online (ojol) maupun off line, kuli angkut, ikut merasakan dampak positif keberadaan kereta api. Mereka bisa menikmati rejeki dari tempat ini.
Namun kondisi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung satu tahun lebih, membuat kenyamanan mereka teramputasi. Mobilitas masyarakat berkurang. Jumlah penumpang kereta api pun turun. Pedagang di stasiun mulai banyak kehilangan pembeli. Kuli panggul, tukang becak, tukang ojek, semuanya sepi order. Warung-warung sedikit demi sedikit mulai gulung tikar.
Data dari PT KAI Daop 3 Cirebon, kondisi penumpang pada masa 2019-2021 mengalami penurunan yang sangat drastis. Jumlah penumpang sebelum pandemi, rata-rata 6000-7000 penumpang per hari (tahun 2019). Sementara pada masa pandemi, rata-rata hanya 1000 penumpang per hari (Agustus 2020-Desember 2020).
Jumlah penumpang pada saat pelonggaran (New Normal) di masa Pandemi, rata-rata 1500-1700 per hari (Mei - Juni 2021), dan pada masa PPKM Darurat (3-31 Juli 2021), rata-rata hanya 250-300 penumpang per hari.
Sementara jumlah keseluruhan penumpang yang naik KA selama era PPKM (3 Juli - 12 Agustus 2021) di seluruh stasiun wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon sebanyak 18.508 orang. Khusus untuk Stasiun Jatibarang Kabupaten Indramayu sejumlah 2.747 untuk periode yang sama.
Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto mengakui, dampak jumlah penumpang yang menurun, membuat pendapatan di sektor angkutan penumpang menurun dratis. Jumlah penyewa tempat bisnis kios di stasiun juga mulai berkurang, karena banyak yang menghentikan proses bisnisnya.
\"Kondisi pandemi Covid-19 memang berdampak pada semua sektor, termasuk kami di PT KAI. Meski demikian kami tetap setia untuk melayani penumpang, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat agar semuanya selamat,\" tegas Suprapto.
Suprapto menjelaskan, upaya PT KAI Daop 3 Cirebon untuk tetap eksis di tengah pendemi, dengan menyelenggarakan angkutan kereta api penumpang dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Diantaranya pembatasan maksimal daya kapasitas 70% dan prokes lainnya.
Penghematan pengeluaran juga dilakukan di seluruh sektor. Tentunya dengan tetap fokus menyelenggarkan operasional perjalanan kereta api tetap aman, lancar dan nyaman. PT KAI Daop 3 Cirebon juga melakukan upaya memaksimalkan sektor komersialisasi aset-aset KAI berupaya tanah, agar bisa dikerjasamakan secara bisnis dengan pihak ketiga. \"Kami juga melakukan peningkatan di sektor angkutan KA Barang terutama di angkutan semen,\" tambahnya.
Mendukung kebijakan pemerintah terkait perpanjangan PPKM Level 4 hingga tanggal 9 Agustus 2021, serta untuk meningkatkan protokol kesehatan di transportasi kereta api antar kota, PT KAI Daop 3 Cirebon tetap menerapkan aturan protokol kesehatan yang ketat di transportasi KA jarak menengah/jauh.
Hal tersebut sesuai Surat Edaran Kemenhub Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2021 tentang \"Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)\".