DKI Indramayu: Literasi Harus Menjadi Suara Revolusi!
Para penyair mengabadikan momen usai acara perayaan Hari Literasi Internasional di halaman gedung Panti Budaya, Minggu (7/9/2025).-Burhannudin.-radarindramayu.id
RADARINDRAMAYU.ID – Dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) menggelar acara dengan tema “Suara-Suara Galaba Negeri: Duka Negeri, Duka Kita Semua” di halaman Panti Budaya (Sekretariat DKI) Gedung Kesenian Mama Soegra, Indramayu, pada Minggu, 7 September 2025. Acara ini tidak hanya merayakan Literasi, tetapi juga menegaskan pentingnya Literasi sebagai alat revolusi budaya.
Ketua DKI, Ray Mengku Sutentra, dalam sambutannya menekankan bahwa literasi lebih dari sekadar kegiatan membaca.
Menurutnya, literasi harus menjadi sebuah gerakan perubahan untuk mengatasi duka bangsa.
“Literasi harus menjadi suara revolusi agar negeri tidak lagi duka. Panggung puisi harus memberi arti, bukan hanya sekadar lantunan kata,” ujarnya dengan penuh semangat.
BACA JUGA:Joey Pelupessy: Masa Depan Timnas Indonesia Ada di Mauro Zijlstra & Miliano Jonathans
Ali Topan, Ketua Pelaksana acara, juga memberikan pesan penting terkait perayaan Hari Literasi Internasional ini.
“Suara negeri harus bangkit melalui panggung terbuka. Kita harus memberi arti, karena duka negeri adalah duka kita semua,” katanya dengan tegas.
Acara tersebut dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh berbagai penyair yang membawa pesan-pesan tentang kesadaran sosial, kepedulian terhadap negeri, dan ajakan untuk bergotong-royong.
Sri Sunarti, salah satu penyair, mengungkapkan kesannya tentang acara ini.
“Puisi bukan sekadar estetika, tapi nurani kita yang bersuara. Melalui panggung ini, saya merasa kita benar-benar bersatu menyembuhkan negeri,” ujarnya dengan penuh haru.
BACA JUGA:Masa Depan Mees Hilgers Belum Jelas, Direktur Teknik FC Twente Buka Suara
Selain itu, acara juga menghadirkan lapak baca yang digagas oleh Perpustakaan S16 bersama Relima (Relawan literasi masyarakat) Perpusnas RI Lokus Indramayu, yang diwakili oleh Ahmad Khoeri.
Menurut Ahmad Khoeri, lapak baca ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ekosistem literasi di Indonesia.
"Literasi hidup jika masyarakat mau membaca. Dengan lapak baca ini, kami ingin mengingatkan bahwa membaca adalah pintu menuju kemerdekaan berpikir," ungkap Khoeri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

