UPDATE Kasus Kematian Satu Keluarga di Paoman: Seorang Saksi Mengaku Dijebak Pelaku
Perumahan Pepabri Desa Terusan Kecamatan Sindang, tempat tinggal seorang saksi pembunuhan satu keluarga di Paoman. -Burhannudin.-radarindramayu.id
RADARINDRAMAYU.ID – Misteri pembunuhan satu keluarga di Indramayu terungkap, seorang saksi mengaku telah dijebak oleh pelaku.
Kasus pembunuhan tragis yang merenggut nyawa satu keluarga di Jalan Siliwangi No 52, Kelurahan Paoman Indramayu, terus mengguncang warga setempat.
Seiring berjalannya waktu, seorang saksi bernama Evan akhirnya membuka suara, memberikan kesaksian yang mengungkapkan lebih dalam kejadian yang sebenarnya.
Sebelumnya, Evan sempat menjadi sorotan publik dan dituding sebagai pelaku utama melalui media sosial.
BACA JUGA:Usai Ditahan Imbang Lebanon, Ini Pesan Erick Thohir untuk Timnas Indonesia
Namun, dengan tegas, Evan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan dirinya justru menjadi korban jebakan pelaku, yang kini telah ditangkap oleh pihak kepolisian.
Menurut penuturan Evan, peristiwa memilukan ini bermula saat korban, Budi Awaludin, meminta bantuannya untuk menggadaikan mobil.
Dari hasil transaksi gadai tersebut, sekitar Rp14 juta berhasil ditransfer ke rekening Budi Awaludin, mengikuti instruksi yang diberikan kepada Evan.
BACA JUGA:Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Ditangkap, Pernah Jadi Rekan Kerja di Bank
Namun, baru belakangan ini Evan menyadari bahwa pelaku kemungkinan besar telah memanfaatkan situasi tersebut dengan mengarahkan transfer dana, melalui ponsel milik korban yang kini ada di tangan pelaku.
“Bos saya suruh transfer ke rekening atas nama Budi Awaludin. Saat itu saya cuma ikuti saja. Baru kemudian saya tahu, kemungkinan besar yang memandu saya itu adalah pelaku, karena HP korban ada di tangan pelaku,” ungkap Evan saat ditemui di kediamannya, Perumahan Pepabri, Selasa, 8 September 2025.
Evan juga mengungkapkan perasaan terkejut dan kecewa karena mantan rekan kerjanya, yang tidak pernah ia duga, tega melakukan pembunuhan sadis terhadap lima anggota keluarga sekaligus.
Ia menceritakan, dirinya sempat diperiksa dan diamankan oleh polisi selama hampir seminggu di Mapolres Indramayu, demi alasan keamanan, setelah namanya muncul dalam pemberitaan media sosial.
“Selama di Polres, saya diperlakukan dengan baik. Mereka memberi makan dan tidak ada masalah. Itu semua demi keamanan saya, agar warga tidak salah paham,” jelas Evan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

