Analisis Teknikal Harga Emas
Dari sisi teknikal, harga emas kini berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan naik terbatas.
Jika emas mampu menembus level Rp2.320.000 secara konsisten, maka peluang melanjutkan tren bullish menuju Rp2.390.000 per gram semakin kuat.
Namun bila gagal bertahan di atas Rp2.260.000, potensi koreksi menuju Rp2.200.000 kembali terbuka.
Indikator RSI (Relative Strength Index) menunjukkan posisi mendekati area overbought atau jenuh beli, menandakan potensi koreksi jangka pendek.
Meski demikian, dalam jangka menengah hingga panjang, tren harga emas masih positif.
Pasalnya, ketidakpastian ekonomi global belum berakhir, sementara permintaan fisik dari Asia, terutama India dan Tiongkok, tetap tinggi.
BACA JUGA:Harapan Baru Warga Eretan Wetan, Tanggul Sungai Akan Dibangun Tahun 2026
Para analis meyakini bahwa emas masih menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari stabilitas di tengah fluktuasi pasar kripto dan saham.
Tips Bagi Investor Emas Pekan Ini
Para investor disarankan menerapkan strategi buy on dip, yaitu membeli emas ketika harga turun di sekitar level support Rp2.260.000.
Hindari membeli di puncak harga tanpa konfirmasi tren naik yang kuat.
BACA JUGA:Pemkab Indramayu Gelar Kick Off Kampanye TOSS TBC 2025
Perhatikan pula data ekonomi global, kurs dolar, serta kebijakan The Fed karena ketiganya sangat berpengaruh terhadap harga emas.
Untuk investor jangka panjang, setiap koreksi justru bisa menjadi peluang akumulasi yang menguntungkan.