RADARINDRAMAYU.ID - Arab Saudi kembali menggebrak persiapan jelang laga panas menghadapi Timnas Indonesia dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia Round 4 dengan menghadirkan Nicolas Jover.
Kehadiran Jover jelas membuat suasana tegang, sebab dalam dunia sepak bola modern, detail kecil seperti bola mati bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.
Arsenal sendiri di Premier League terkenal dengan julukan Setpiece FC, karena hampir setiap sepak pojok atau tendangan bebas yang mereka miliki bisa berbuah peluang emas.
Bayangkan, hanya dalam 4 pertandingan awal musim, The Gunners sudah mengoleksi 5 gol dari situasi bola mati (tidak termasuk penalti), sebuah statistik yang membuat lawan gentar sebelum pertandingan dimulai.
Fakta ini menjadi sinyal bahaya besar bagi Timnas Indonesia, karena Arab Saudi kini memiliki akses langsung terhadap spesialis strategi set piece kelas dunia.
Strategi bola mati memang sering kali dianggap sebagai senjata tersembunyi yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Jika Arab Saudi sudah kuat secara teknik dan fisik, kini mereka menambah lapisan keunggulan dengan memaksimalkan peluang kecil dari setiap sudut lapangan.
Indonesia harus sadar bahwa dalam laga penuh gengsi seperti ini, sedikit saja kelengahan dalam mengantisipasi sepak pojok atau tendangan bebas bisa berujung pada mimpi buruk.
Apalagi Jover dikenal memiliki pendekatan detail, dari pergerakan pemain, blocking, hingga variasi eksekusi bola mati yang sulit ditebak.
Situasi ini membuat Timnas Indonesia harus menyiapkan formula khusus, karena tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan serangan balik atau pressing tinggi.
Salah satu strategi terbaik Timnas Indonesia untuk meredam ancaman set piece Arab Saudi adalah memperkuat organisasi pertahanan saat bola mati.
Barisan bek harus disiplin menjaga zonal marking maupun man to man marking, karena pola Jover biasanya mengandalkan pergerakan kombinasi yang mengecoh lawan.
BACA JUGA:3 Pemain Timnas Indonesia Ini Kecam Penggemar, Edit Foto Mereka Menggunakan AI!