Yang kini sudah menjadi bagian dari skuad utama Timnas Indonesia di bawah pelatih Patrick Kluivert.
Proses naturalisasi ini bukan sekadar menambah jumlah pemain, melainkan juga memperkaya variasi dan kompetisi internal di dalam tim.
Sehingga setiap posisi memiliki cadangan yang siap sedia dan tidak ada lagi celah kelemahan yang mudah ditebak lawan.
Tristan Gooijer, bek serba bisa yang pernah memperkuat PEC Zwolle dan akan kembali ke Ajax Amsterdam, dinilai memiliki karakteristik yang sangat dibutuhkan Timnas Indonesia.
BACA JUGA:Telkomsel Perkenalkan Halo+ flexy: Pascabayar Lebih Fleksibel dan Terkendali
Yakni dengan kemampuan bertahan yang solid, kecepatan, serta visi permainan yang luas. Sementara itu, Mauro Zijlstra, striker muda milik FC Volendam.
Diharapkan mampu memberikan alternatif serangan yang tajam dan terukur, sedangkan Laurin Ulrich, gelandang VfB Stuttgart, diyakini bisa memperkuat lini tengah dengan kemampuan mengatur tempo permainan serta distribusi bola yang cerdas.
Dengan usia yang masih sangat muda, ketiga pemain ini bukan hanya berpotensi menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.
Tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan bermimpi besar.
Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan dorongan positif bagi generasi muda Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.
Bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, mereka pun bisa membela timnas dan membawa harum nama bangsa di kancah internasional.
Proses naturalisasi ini juga menegaskan bahwa PSSI tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek.
Tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk masa depan sepak bola Indonesia. Dengan melibatkan pemain diaspora yang memiliki pengalaman di liga-liga Eropa.
BACA JUGA:Dorong Daya Saing UMKM, BRI Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi UMKM melalui Program BRI Peduli
PSSI berharap dapat meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level Asia bahkan dunia, sekaligus membuka peluang regenerasi yang lebih baik di masa mendatang.