INDRAMAYU-Di tengah kesusahan gegara pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), nasib perangkat desa di Bumi Wiralodra kian memprihatinkan. Mereka lagi nelangsa gara-gara selama empat bulan tak menerima penghasilan tetap (siltap). Imbasnya, untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, para abdi desa itu terpaksa harus gali lubang tutup lubang alias hutang sana-sini. Yang hutangnya sudah numpuk, mesti jual barang-barang yang ada di rumah. Itupun kalau masih ada sisa. “Bayangkan, empat bulan tidak ada penghasilan. Bagaimana kami tidak nelangsa, apalagi sekarang ditambah susah gara-gara virus corona,” keluh Lurah Desa Sumbermulya, Kecamatan Haurgeulis, Subandi kepada Radar, Kamis (16/4). Tak kunjung cairnya Siltap, lanjutnya, sangat berdampak pada proses pelayanan aparat desa kepada masyarakat. Di sisi lain, kinerja para pamong desa justru digenjot dalam upaya penanganan dan pencegahan wabah virus corona. Praktis, biaya operasional yang membengkak sementara penghasilan nihil membuat peranggkat desa banyak yang mengeluh. “Betul ini kewajiban, kerja pengabdian. Tapi kalau hak kami tidak diberikan, mau makan apa anak istri,” ucapnya. Tidak hanya itu, beban pemerintah desa juga semakin berat, sebab dana Alokasi Dana Desa (ADD) 2020 yang di dalamnya terdapat siltap untuk perangkat desa juga ikut dipending. Sebagaimana diketahui, nilai siltap untuk perang desa lumayan besar. Tertinggi yakni sekitar Rp4 juta dan terendah Rp2 jutaan/bulan. Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPD PPDI) Kabupaten Indramayu Amirudin, membenarkannya. Malah bukan hanya Siltap, tunjangan bagi anggota BPD serta operasional RT/RW juga sama sekali belum dicairkan. “Betul, siltap, intensif sama operasional belum cair. Perangkat desa, kuwu, RT, RW dan BPD mobat-mabit semua,” ucapnya. Amirudin menjelaskan, keterlambatan pencairan siltap diduga akibat terbitnya aturan baru demi peningkatan manajerial, profesionalisme dan transparani pemerintahan desa (pemdes). Sepengetahuannya, sebagian pemdes telah melaksanakan aturan dan mekanisme sesuai prosedur. Namun ada pula yang belum memenuhinya. “Ada desa yang bermasalah, sehingga desa lain kena dampaknya,” terangnya. Karena itu, PPDI sudah jauh-jauh hari melakukan audiensi dengan bupati dan DPRD agar mencarikan solusi terkait permasalahan yang ada didesa. Seperti tersendatnya DD dan ADD. Karena bagi pemerintah desa, DD dan ADD sangat penting, baik untuk pelaksanaan pembangunan dan operasional di desa. “Kami minta ada kebijakan dan pemkab, bisa memberi diskresi. Maksudnya, desa yang tidak bermasalah ADD-nya segera dicairkan. Dipriorotaskan,” pintanya. (kho)
4 Bulan Perangkat Desa Nelangsa, Siltap Belum Cair
Jumat 17-04-2020,09:00 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 08-04-2026,09:37 WIB
Bupati Lucky Gerak Cepat Pulangkan Tujuh Pekerja Terlantar di Papua
Rabu 08-04-2026,09:12 WIB
H Surya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPD PAN Indramayu
Rabu 08-04-2026,09:26 WIB
Sudah Sampai ke Tangan Konsumen, Ini Fitur yang Jadi Daya Tarik TMAX Si-Raja Skutik Premium MAXI Yamaha
Rabu 08-04-2026,15:42 WIB
Kabar Gembira, Proyek Pembangunan Underpass Jatibarang Dimulai Bulan Depan
Rabu 08-04-2026,16:22 WIB
Asrama Haji Indramayu akan Layani 40 Kloter
Terkini
Rabu 08-04-2026,20:11 WIB
Intip Kisah Siti Julaeha Perempuan yang Sukses Kembangkan Usaha Sambil Mengurus Rumah Tangga
Rabu 08-04-2026,16:22 WIB
Asrama Haji Indramayu akan Layani 40 Kloter
Rabu 08-04-2026,15:42 WIB
Kabar Gembira, Proyek Pembangunan Underpass Jatibarang Dimulai Bulan Depan
Rabu 08-04-2026,13:39 WIB
Pertamina Capai Target Emisi, Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi
Rabu 08-04-2026,09:37 WIB