Baher Cari Solusi Atasi Krisis Pertanian

Kamis 21-10-2021,10:08 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

INDRAMAYU-Anggota Komisi V DPR RI H Bambang Hermanto SE menyatakan potensi sumber daya air diwilayah Kabupaten Indramayu belum dimanfaatkan secara optimal.

Kondisi inilah yang membuat lahan pertanian dihampir semua wilayah di Bumi Wiralodra kerap mengalami krisis air disaat musim kemarau.

Karena itu, pembangunan dan pembenahan infrastruktur pertanian dan pengairan di Bumi Wiralodra menjadi fokus perhatiannya.

Demi mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 khususnya di bidang pertanian. Mensejahterakan para petani, mendukung ketahanan air dan pangan nasional.

Upaya itu tidak dilakukan setengah-setengah. Legislator senayan dari Fraksi Partai Golkar ini turun langsung kelapangan. Menyerap aspirasi petani, melakukan survei dan membahas solusi mengatasi krisis air bersama para ahli berkompeten dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Dirjen SDA Kementerian PUPR RI.

Seperti pada kegiatan kunjungan kerja di wilayah selatan Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar), Selasa (19/10).

Baher sapaan akrab Bambang Hermanto secara maraton melakukan peninjauan infrastruktur pertanian dan pengairan dikawasan hutan Kecamatan Terisi dan Kroya.

Di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Baher bersama Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis), Dr Ismail Widadi ST MSc, Camat Terisi H Caswan MSi, Kuwu dan tokoh petani setempat meninjau lokasi sodetan daerah Sungai Cipanas dan Cilalanang.

Sedangkan di Desa Sukaselamet, Kecamatan Kroya, Pria kelahiran Indramayu, 14 September 1976 ini melihat langsung kondisi Embung Cikunir yang mengalami pendangkalan parah.

Kehadirannya disambut antuasis jajaran Pemdes Sukaselamet serta ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu (STI).

Baher memaparkan pembangunan sodetan daerah Sungai Cipanas dan Cilalanang menjadi harapan semua petani tadah hujan khususnya yang menggarap lahan di kawasan hutan. Keinginan itu sudah disampaikan mereka sejak lama, sudah belasan tahun. Namun sampai saat ini belum terwujud.

Olehnya, lantas meminta BBWS Cimancis untuk menindaklanjuti aspirasi petani. “Langsung ditindaklanjuti. Namun dari hasil survey awal rupanya ada kendala faktor teknis. Tapi kita tidak menyerah, tetap meminta teman-teman di BBWS Cimancis untuk mencari solusi lain agar lahan pertanian di wilayah kawasan hutan tidak mengalami krisis pasokan air,” terangnya.

Permintaan ini bukan tanpa sebab. Manfaat dari keberadaan sodetan diperkirakan mampu mengairi sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian. Tidak hanya Kecamatan Terisi, tapi pula puluhan desa lainnya di wilayah Kecamatan Kandanghaur dan Gantar.

Malah, pasokan air dari pembuatan sodetan itu bisa dimanfaatkan masyarakat dan Perhutani untuk konservasi hutan, penghijauan maupun serapan air.

Persoalan lainnya yakni pendangkalan Embung Cikunir, solusinya adalah dilakukan normalisasi. Demikian pula terhadap beberapa embung lainnya yang berada di areal kawasan hutan. “Kita langsung komunikasikan dengan para pihak terkait supaya normalisasi embung ini bisa segera dilakukan. Petani siap membantu,” ujarnya.

Tags :
Kategori :

Terkait