INDRAMAYU- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Indramayu bakal kembali menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 lintas agama. Vaksinasi kali ini menyiapkan sebanyak 3000 ribu untuk dosis kedua.
Pelaksanaan vaksinasi yang menjadi rangkaian kegiatan sosial kemasyarakatan dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-109 ini rencananya digelar secara maraton. Di wilayah Kecamatan Karangampel, Haurgeulis dan Jatibarang mulai Selasa hingga Kamis (16-18/11).
Ketua PDM Indramayu, Drs H Jubaedi Rahman mengatakan, kegiatan vaksinasi Covid-19 ini merupakan kelanjutan dari program vaksinasi Mentari Covid-19 Vaccine yang didukung Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).
Tujuannya, untuk mencegah jutaan kematian melalui vaksinasi selama periode program 2021-2022. Sekaligus mendukung program percepatan vaksinasi Covid-19 nasional melalui akses yang lebih merata bagi seluruh masyarakat di Indonesia.
Tahap pertama program vaksinasi tersebut telah dilaksanakan pada bulan September lalu dengan capaian sebanyak 3.021 peserta.
“Alhamdulillah, vaksinasi tahap pertama berjalan dengan sukses dan dilanjut kegiatan yang kedua disejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Indramayu. Mudah-mudahan berjalan lancar, mohon dukungan semua pihak,” katanya.
Jubaedi Rahman menyatakan, pandemi Covid-19 merupakan masalah bangsa, alias bukan tanggung jawab semata-mata pemerintah. Karena itu, PDM mengajak semua elemen masyarakat di Bumi Wiralodra untuk bersama mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan (prokes).
“Apalagi keberhasilan program vaksinasi ini sangat dinanti oleh masyarakat dan juga kalangan pendidikan untuk menyambut proses belajar tatap muka langsung secara penuh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Kabupaten Indramayu, dr Ikrima menjelaskan, kegiatan vaksinasi lintas agama ini merupakan simbol kebersamaan dalam memerangi pandemi.
Bersinergi mempercepat cakupan vaksinasi di Indonesia. Bahu-membahu mempercepat terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok. Selain itu, program ini juga akan memberikan edukasi tentang vaksin sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya vaksin Covid-19.
“Program pengentasan Covid-19 bersama USAID dan Kementerian Kesehatan ini ditujukan untuk masyarakat umum. Terbuka, siapa saja boleh ikut,” tandas dr Ikrima. (kho/rls)