Jamaah Haul Membeludak, Kang Said Ajak Nahdliyin Terus Jalin Silaturahmi

Rabu 25-05-2022,10:00 WIB
Reporter : Adun Sastra
Editor : Leni indarti hasyim

Radarindramayu, INDRAMAYU-Ribuan warga nahdliyin yang tersebar di pelosok desa di Kabupaten Indramayu menghadiri haul ke-119 Kiai Syakir dan Sesepuh Wotgalih.

Kegiatan haul yang dikemas dengan acara halalbihalal itu bertempat di Kompleks Bumi Patra (BP) PT Pertamina RU VU Balongan Desa Singajaya Kecamatan/Kabupaten Indramayu, belum lama ini.

Pantauan Radar Indramayu di lapangan, undangan yang menghadiri acara Haul Kiai Syakir dan Sesepuh Wotgalih itu harus antre di pintu masuk BP PT Pertamina RU VI Balongan. Para undangna satu persatu harus melewati pintu masuk.

Bahkan, ada sejumlah undangan dan wartawan yang masuk dari pintu belakang BP tak bisa masuk. Karena petugas yang menjaga pintu masuk dengan tegas melarang.

BACA JUGA:Tanpa Sakit

BACA JUGA:TKW Kedokan Bunder Hilang Kontak 20 Tahun, Kirim Surat Terakhir Tahun 2022

Hal itu dibenarkan Ustad Farid dalam ceramahnya. Dia meminta kepada pihak Pertamina untuk mempermudah jamaah yang ingin berjiarah ke makam Kiai Syakir dan Sesepuh Wotgalih. “Saya pernah gak boleh masuk ke dalam. Jadi terpaksa kita tidur di luar,” jelas Ustad Farid di hadapan jamaah yang hadir dalam ceramahnya.

Tampak hadir Mustasyar Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil  Siradj MA didampingi Bupati Indramayu Nina Agustina Da'i Bachtiar.

Kiai yang akrab disapa Kang Said ini menyampaikan, manusia dalam bahasa Arab dapat diartikan insan yang memiliki makna harmoni atau intim, akrab dan saling kangen.

BACA JUGA:Begini Cara Pengereman Yang Baik dan Benar Menggunakan Sepeda Motor

BACA JUGA:Antisipasi PMK, DKP3 Kota Cirebon Tingkatkan Pengawasan Terhadap Hewan Ternak

Sehingga, kata Kang Said, arti insan ini mahkluk yang satu sama lain saling melengkapi, saling membutuhkan, saling mendukung dan masih terdapat dalam diri bangsa Indonesia khususnya wong Indramayu.

“Makna insan ini, alhamdulillah bangsa Indonesia wabil khusus wong Indramayu masih betul-betul insan, masih solid, masih akur, masih harmonis. Makanya ada halalbihalal dalam rangka melebur, membangun kembali keharmonisan kita, apa yang kita lakukan sebelum masa sekarang ada konflik, ada tegang, ada bertengkar, mari kita lebur di momen Lebaran ini,” katanya.

Menurutnya, pertemuan dalam haul Kiai Syakir dan Sesepuh Wotgalih ini menjadi momen halalbihalal dan pelekat tali silaturahmi yang merupakan ciri dari segenap Bangsa Indonesia dan Islam Nusantara.

“Halalbihalal sudah melekat di bangsa Indonesia, itulah yang kita sebut integrasi antara agama dan budaya ciri khas Islam Nusantara, sehingga agamanya dapat yakni saling memaafkan dan budayanya juga dapat yaitu seperti ini haul Kiai Syakir Wotgalih. Maka halalbihalal bisa menjadi alat mempererat ukhuwah Islamiyah tali persaudaraan kita,” paparnya.

Kategori :