Erick Thohir Bantah Isu Indonesia Terlibat dalam Sanksi FIFA terhadap FAM Malaysia

Erick Thohir Bantah Isu Indonesia Terlibat dalam Sanksi FIFA terhadap FAM Malaysia

Erick Thohir Bantah Isu Indonesia Terlibat dalam Sanksi FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia-- pssi.org-- radar indramayu

RADARINDRAMAYU.ID - Erick Thohir menegaskan Indonesia tidak ikut campur dalam urusan sanksi FIFA kepada Federasi Sepak Bola (FAM) Malaysia.

Ia membantah tudingan bahwa pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di New York ada hubungannya dengan skandal naturalisasi pemain Malaysia.

Erick menekankan bahwa agenda pertemuan hanya membahas kemajuan sepak bola Indonesia.

"Karena itu Bapak Presiden melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh olahraga di dunia."

BACA JUGA:214 Lulusan Diwisuda, ITPB Komitmen Cetak Lulusan yang Profesional dan Berintegritas

"Memang diawali dengan FIFA, nanti ada IOC, dan ada yang lainnya," ujar Erick Thohir di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 29 September 2025.

Menurut Erick, pertemuan tersebut membicarakan peluang besar untuk pengembangan talenta muda di tanah air.

"Pembicaraan Bapak Presiden dengan Presiden Gianni jelas, Bapak Presiden bicara mengenai sepak bola Indonesia, tidak bicara mengenai negara lain," katanya.

Salah satu poin penting dalam dialog itu adalah rencana pembangunan FIFA Academy di Indonesia.

BACA JUGA:Sekolah Rakyat Indramayu Sementara Bertempat di BLK, Bangunan Permanen Segera Dibangun di Cikawung

Erick menyebut akademi ini akan menjadi fondasi pembinaan usia dini dan bagian dari sistem baru FIFA.

"Karena ini sebagai sistem pembangunan untuk usia dini. FIFA akan mendorong kejuaraan dunia U-15 yang jumlahnya 8 lawan 8. Jadi ini sistem yang baru," ucapnya.

Erick juga menyampaikan bahwa Indonesia hanya berfokus pada kemajuan olahraga nasional. Ia menolak semua dugaan yang mengaitkan Indonesia dengan urusan politik olahraga negara lain.

"Dan kami tidak ikut campur dengan politik atau kebijakan masing-masing negara. Tapi mohon maaf kalau kami di Indonesia ingin olahraganya maju," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait