Mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Edukasi Urban Farming untuk Siswa SD di Desa Kalibaru Cirebon
Para siswa SDN 1 Kalibaru melakukan praktek urban farming bersama mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (30/7/2025). --radarindramayu.id
CIREBON, RADARINDRAMAYU.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 108 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon yang ditempatkan di Desa Kalibaru, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, menggelar program edukatif bertajuk Urban Farming untuk Generasi Cilik di SDN 1 Kalibaru, Rabu, 30 Juli 2025.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh puluhan siswa kelas IV dan V, yang diajak mengenal dan mempraktikkan teknik bercocok tanam sederhana di lingkungan rumah.
Ketua kelompok 108 KKN UIN Siber Syekh Nurjati, Anggi Putri Yuliana, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan dan pentingnya ketahanan pangan sejak usia dini.
Melalui pendekatan edukasi interaktif dan praktik langsung, kata Anggi, para siswa diajarkan cara memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah dengan media tanam seperti pot, polybag, hingga barang-barang bekas seperti botol plastik.
Jenis tanaman yang diperkenalkan dalam kegiatan ini meliputi sayuran cepat panen seperti kangkung, bayam, dan sawi.
Selain mendengarkan penyuluhan, para siswa juga diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses penanaman bibit, penyiraman, hingga perawatan tanaman.
Anggi juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat yang difokuskan pada isu urban farming, ketahanan pangan keluarga, pelestarian lingkungan, serta pendidikan karakter.
“Urban farming bukan hanya tentang menanam tanaman, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab, keberlanjutan, dan kemandirian kepada generasi muda,” jelasnya.
Tidak hanya di lingkungan sekolah, program ini juga akan dilanjutkan dengan pelatihan kepada warga sekitar.
Mahasiswa KKN merencanakan sosialisasi pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, serta pembuatan eco-enzym dari limbah dapur sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah organik secara bijak.
Dengan adanya program ini, Anggi berharap masyarakat Desa Kalibaru khususnya generasi muda, memiliki keterampilan dasar dalam bercocok tanam, dan turut berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarga.
"Selain itu, juga dapat lebih peduli terhadap lingkungan," ujar Anggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

