Ada-ada Saja, Istri Gugat Cerai Setelah Tahu Suaminya Panuan di Malam Pertama

Ada-ada Saja, Istri Gugat Cerai Setelah Tahu Suaminya Panuan di Malam Pertama

Ilustrasi pasangan suami istri yang harmonis-dok utoyo prie achdi-

CIANJUR, RADARINDRAMAYU.ID   Malam pertama seharusnya menjadi malam yang indah bagi pasangan suami istri yang baru menikah. Namun apa yang terjadi pada suami istri di Cianjur, Jawa Barat ini bikin kita mengelus dada.

Betapa tidak, ketika pakaian sudah dilepas dan hasrat memuncak, tiba-tiba sang istri mengurungkan niat untuk menikmati malam pertama bersama sang suami.

Penyebabnya ternyata karena masalah sepele, karena sang istri melihat tubuh suaminya panuan.

Gara-gara hak sepele yang mestinya jangan disepelekan inilah, sang istri akhirnya memilih untuk menggugat cerai suaminya.

BACA JUGA:Jadwal Persib vs Persija Hari Ini, Pertandingan Dimulai Pukul 15.00 di GBLA

Fakta tentang adanya  kasus perceraian gara-gara suami panuan ini diungkapkan Kepala Bagian Humas Pengadilan Agama Kabupaten Cianjur, Mumu Mukmin Miktasin.

Menurut Mumu, kasus perceraian suami istri di Cianjur ini terjadi pada tahun 2022 lalu. Dia juga mengatakan, baru pertama kali menemukan hal yang seperti ini.

Sebagaimana dilansir  Cianjurekspres.com, Mumu menjelaskan bahwa di tahun 2022 dirinya menemukan perkara yang cukup ganjil.

Dia juga mengaku sempat tidak percaya lantaran ada seorang istri di Cianjur yang mengajukan gugatan cerai dengan alasan suami panuan.

 BACA JUGA:Nelayan Indramayu Keberatan dengan Tarif PNBP 10 Persen. Tuntut Penurunan Tarif!

“Saya temui kasus, ada istri yang gugat cerai suaminya gara-gara suaminya panuan,” demikian dikatakan oleh Mumu kepada Cianjurekspres.com, Senin 9 Januari 2023 lalu.

Kronologi sang istri tahu suami panuan pun bisa bikin orang yang mendengarnya mengelus dada. Hal itu dikatakan oleh Mumu, berdasarkan keterangan dari penggugat (istri).

Menurutnya, sang istri mengetahui punggung sang suami panuan saat akan melakukan hubungan di malam pertama. Sang istri terkejut sebab punggung suaminya dipenuhi dengan panu.

Saat pertama kali tahu suaminya memiliki banyak panu di tubuh, istrinya pun tidak tinggal diam. Dia melaporkannya kepada pihak keluarga besar.

“Karena (Istri) enggan tidur dengan suaminya. Tapi keluarganya kembali membujuk sang istri untuk kembali ke suaminya,” tutur Mumu.

Saat sang istri kembali kepada suaminya, tentu saja hal yang wajar jika kemudian terjadi hubungan badan, seperti pada umumnya pasangan yang sudah sah dan halal.

BACA JUGA:Dinas Pendidikan Apresiasi Kinerja Polres Indramayu, Berhasil Tangkap Pencuri Buku Pelajaran yang Meresahkan

Namun ternyata, hal litu tidak terjadi. Sebab, ketika akan berhubungan badan, pihak istri kembali merasa tidak tahan dengan panu yang ada di tubuh suaminya.

Percobaan untuk melakukan hubungan suami istri yang kedua kali pun gagal lantaran terjadi penolakan.

Ternyata bukan hanya karena itu saja. Pihak istri begitu mempermasalahkan fisik sang suami. Sebab, kemudian dia juga menolak berhubungan karena menemukan adanya tulang menonjol di bagian pundak suaminya.

“Melihat ada kekurangan suami tersebut, si istri ga mau lagi," kata Mumu.

Mumu mengungkapkan, dalam proses perceraian yang dia tangani ini, si istri baru tahu fisik suaminya secara rinci setelah menikah sebab sebelumnya selalu mengenakan pakaian panjang yang menutupi kekurangannya.

Menurut Mumu, pernikahan tersebut memang terjadi lantaran suatu perjodohan."Mereka pun menikah karena perjodohan,” ungkap Mumu.

BACA JUGA:Nelayan Indramayu Keberatan dengan Tarif PNBP 10 Persen. Tuntut Penurunan Tarif!

Pihak keluarga dari kedua belah pihak sebenarnya juga sudah terus berusaha agar tidak terjadi perceraian.

Baik dari pihak istri maupun suami terus mendorong agar keduanya bisa hidup rukun bersama. Namun, sang istri semakin tidak tahan.

Ternyata muncul persoalan baru. Saat sang istri akan mencoba untuk ‘tidur’ dengan suaminya untuk yang ketiga kalinya, dia kembali menemukan kekurangan. Dikatakan Mumu, bahwa si istri mendapati telinga suaminya mengeluarkan cairan berbau.

“Di situ si istri benar-benar tak tahan. Akhirnya muncullah pengajuan gugatan cerai. Itu agak unik menurut saya,” pungkas Mumu.

Kasus perceraian suami istri di Cianjur ini bisa dikategorikan langka. Namun demikian, mungkin saja alasan sesungguhnya istri mengajukan gugatan cerai bukan karena suami panuan atau kekurangan fisik lainnya.

Mungkin alasan sesungguhnya lantaran perjodohanyang dipaksakan. Semoga keduanya segera mendapatkan jodoh, karena jodoh di tangan Tuhan.

Buat sang suami alangkah baiknya untuk  segera mengobati panu di tubuhnya dan membersihkan telinganya. Memang  jodoh di tangan Tuhan.Tapi repot juga  kalau masih panuan !

BACA JUGA:Seluruh Desa di Kecamatan Kedokanbunder Miliki Relawan Posko Pintar. Apa Itu ?

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: