Hasil Autopsi Wahyu Kholifah, Tidak Ditemukan Bekas Penganiayaan

Hasil Autopsi Wahyu Kholifah, Tidak Ditemukan Bekas Penganiayaan

AUTOPSI: Tim Forensik Rumah Sakit Bayangkara Indramayu saat membongkar kuburan Wahyu yang jasadnya ditemukan mengambang di sungai beberapa waktu lalu.-Cecep Nacepi-radarcirebon.com

Radarindramayu.id, CIREBON - Sudah tiga minggu berlalu setelah dilakukan autopsy. Kematian Wahyu Kholifah (21) warga Desa Jamblang masih belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, Unit Reskrim Polsek Klangenan sudah memegang hasil keterangan awal, bila dilihat dari autopsi luar.

Hal itu, diungkap oleh Kapolsek Klangenan AKP Ade Subandi melalui Kanit Reskrim Iptu Usman.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim forensik Rumah Sakit Bayangkara Indramayu, terlihat bagian luar jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Dari keterangan awal hasil autopsi, dari luar terlihat tidak ada tanda-tanda unsur kekerasan maupun benturan benda tumpul. Namun, hasil autopsi yang sebenarnya belum keluar. Harus dicek juga organ dalamnya. Kita juga masih menunggu hasilnya," jelasnya, Kamis (25/8).

Diketahui sebelumnya, kuburan yang masih lima hari di TPU Blok Tagelan, Desa Jamblang, Kabupaten Cirebon terpaksa harus dibongkar, Rabu (3/8). Tujuannya, dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab dari kematiannya.
Korban dikabarkan meninggal dunia, mengapung di Sungai Jamblang, Desa Jamblang, Jumat (28/7). Awalnya, korban tidak diketahui identitasnya.

BACA JUGA:Tim SAR Gabungan Temukan Korban Terseret Arus di Pantai Mekarsari, Indramayu dalam Keadaan Meninggal Dunia

"Saat dicek dari baju, cincin yang dipakai diduga Wahyu. Keluarga cek ke RSUD Gunung Jati. Ternyata benar 100 % itu dia. Sempat ditawarkan untuk autopsi. Cuman, keluarga korban tidak berkenan untuk dilakukan autopsi. Sabtu Subuh dibawa pulang, untuk dikuburkan," kata Kepala Desa Jamblang, Yoyon Kristiyanto.

Setelah dikebumikan, beberapa hari kemudian tetangga korban dibuat gempar dengan adanya seorang perempuan yang kerasukan. Perempuan itu, mengaku kerasukan roh Wahyu yang baru-baru ini ditemukan tewas mengapung di sungai. Saat kerasukan, perempuan itu ngaku telah dibunuh orang dan dibuang ke sungai.

Cerita perempuan yang kerasukan itu menjadi buah bibir tetangga korban. Sampai-sampai, keluarga korban menjadi ragu dan penasaran dengan penyebab kematiannya. Bahkan, tetangga mendukung agar dilakukan autopsi.

Dari permintaan keluarga itu, perangkat desa kemudian koordinasi dengan Polsek Klangenan mengajukan permohonan untuk dilakukan autopsi. Tim Forensik Rumah Sakit Bayangkara Indramayu didatangkan. Kuburan korban kemudian dibongkar dan dilakukan autopsi i hingga empat jam lamanya.

BACA JUGA:Korban Tenggelam di Pantai Mekarsari Patrol Akhirnya Ditemukan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: