Wow! Ini Dia Daftar Kepala Daerah Terkaya di Indonesia, Siapa Saja?

Wow! Ini Dia Daftar Kepala Daerah Terkaya di Indonesia, Siapa Saja?

Berikut Deretan Gubernur Tajir Melintir: Apakah Kekayaan Mereka Sejalan dengan Kinerja?-pict/detikcom-Radarindramayu.id

RADARINDRAMAYU.ID - Presiden Prabowo Subianto melantik 33 gubernur dan wakil gubernur hasil Pilkada 2024 pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta.

Pelantikan ini menarik perhatian publik, terutama karena harta kekayaan beberapa kepala daerah.

Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan bahwa beberapa gubernur memiliki harta yang sangat besar.

BACA JUGA:MIRIS! Korupsi di Indonesia Merajalela, Pegawai Swasta Jadi Pelaku Terbanyak dalam 20 Tahun, Simak Datanya!

BACA JUGA:Sinergi Pusat dan Daerah! 481 Kepala Daerah Ikut Retret di Akmil Magelang, Ini Agenda Lengkapnya

Daftar 10 Gubernur dengan kekayaan fantastis di Indonesia

  1. Sherly Tjoanda (Maluku Utara) – Rp 709,76 miliar
  2. Andi Sumangerukka (Sulawesi Tenggara) – Rp 623,45 miliar
  3. Muhidin (Kalimantan Selatan) – Rp 414,80 miliar
  4. Rudy Mas'ud (Kalimantan Timur) – Rp 183,3 miliar
  5. Herman Deru (Sumatera Selatan) – Rp 143,2 miliar
  6. Pramono Anung (DKI Jakarta) – Rp 104,2 miliar
  7. Hidayat Arsani (Kepulauan Bangka Belitung) – Rp 73,2 miliar
  8. Bobby Nasution (Sumatera Utara) – Rp 57,5 miliar
  9. Muzakir Manaf (Aceh) – Rp 48,3 miliar
  10. Zainal Arifin Paliwang (Kalimantan Utara) – Rp 37,2 miliar

Sebagian besar dari mereka memiliki latar belakang sebagai pebisnis sebelum terjun ke dunia politik.

Misalnya, Sherly Tjoanda merupakan pewaris bisnis mendiang Benny Laos dan memiliki investasi besar di pasar modal serta properti.

BACA JUGA:Program Retret untuk Kepala Daerah, Apa Maksud dan Tujuannya?

Sementara itu, Muhidin memiliki berbagai usaha di sektor pertambangan, konstruksi, dan perkebunan.

Apakah Kekayaan Berbanding Lurus dengan Kinerja?

Kekayaan yang besar dapat memberikan keuntungan dalam menjalankan pemerintahan, seperti independensi finansial dan kemampuan untuk mendanai program tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran daerah. Namun, kekayaan tidak selalu menjamin kinerja yang baik.

Faktor-faktor seperti integritas, visi, kompetensi, dan komitmen terhadap pelayanan publik memainkan peran yang lebih krusial.

BACA JUGA:Mayoritas Anak Muda Pilih Menikah di Usia 25-30 Tahun, Tabungan Bersama Jadi Strategi Favorit Biaya Nikah

Masyarakat kini menantikan bagaimana para gubernur dengan kekayaan besar ini akan memanfaatkan sumber daya dan pengalaman bisnis mereka untuk memajukan daerah yang dipimpin.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh kekayaan pribadi, tetapi oleh dampak positif yang mereka bawa bagi masyarakat dan daerahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: