Pemuda Irmas Nurul Huda 2 Lestarikan Sepak Bola Api Sejak 2002
LESTARIKAN BUDAYA: Para pemain sepak bola api antusias mengikuti permainan dalam kegiatan yang diselenggarakan Irmas Nurul Huda 2 Blok Nyongat Wetan, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang.-Anang Syahroni-radarindramayu
INDRAMAYU,RADARINDRAMAYU.ID - Pemuda Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Nurul Huda 2 Blok Nyongat Wetan, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, kembali melestarikan tradisi sepak bola api. Tradisi tersebut telah berlangsung sejak tahun 2002.
Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (30/10) malam, sebagai salah satu bentuk syiar agama Islam. Sekaligus upaya menjaga tradisi dan budaya yang telah tumbuh serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Bola Voli Blok Nyongat Wetan, Desa Gunungsari tersebut, turut dimeriahkan dengan pertunjukan tari topeng. Acara yang diinisiasi Pemuda Irmas Nurul Huda 2 itu dihadiri masyarakat, tamu undangan, serta sejumlah tokoh masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya kegiatan.
Pembina Pemuda Irmas Nurul Huda 2, Ustaz Muhaimin menyampaikan bahwa sepak bola api bukan sekadar kegiatan olahraga maupun hiburan masyarakat, melainkan juga memiliki nilai keagamaan sebagai bagian dari syiar Islam.
BACA JUGA:Tabung Gas 3 Kg Bocor Picu Ledakan di Margadadi Indramayu, Tiga Orang Luka-luka
“Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan antarpemuda, membangun kebersamaan, serta menjaga semangat keagamaan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Muhaimin menekankan pentingnya mempertahankan tradisi yang telah diwariskan dan dijalankan Pemuda Irmas Nurul Huda 2 selama lebih dari dua dekade.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2002, sepak bola api terus dilaksanakan hingga sekarang dan telah menjadi kebiasaan sekaligus budaya yang melekat dalam kehidupan organisasi kepemudaan Irmas Nurul Huda 2 Blok Nyongat Wetan.
Menurutnya, keberlangsungan tradisi tersebut menunjukkan komitmen generasi muda dalam menjaga kegiatan yang telah menjadi bagian dari identitas lingkungan mereka. Regenerasi pemuda menjadi salah satu faktor penting agar tradisi sepak bola api tidak berhenti pada satu generasi, tetapi terus dikenal dan dilestarikan oleh generasi berikutnya.
BACA JUGA:Dari Jingle hingga Dance Challenge, Kolaborasi no na x Shopee Tuai Respons Positif
“Bukan sebatas sarana syiar Islam, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para pemuda untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif di lingkungan masyarakat. Melalui keterlibatan dalam penyelenggaraan acara, para pemuda dapat membangun rasa tanggung jawab, solidaritas, kekompakan, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga,” jelas Muhaimin.
Antusiasme masyarakat, termasuk kehadiran tokoh masyarakat dan tamu undangan, turut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Kebersamaan yang terbangun menjadi gambaran bahwa pelestarian tradisi membutuhkan dukungan berbagai unsur masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerusnya.
Sementara itu, tokoh pemuda setempat, Alfin mengatakan, tradisi sepak bola api yang dipertahankan Pemuda Irmas Nurul Huda 2 sejak 2002 menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan.
“Nilai-nilai keagamaan dan semangat gotong royong dalam kegiatan ini diharapkan terus menjadi bagian dari tradisi masyarakat Blok Nyongat,” ujarnya.
BACA JUGA:Kapolres Indramayu Jenguk Dua Mahasiswa Korban Aksi, Sampaikan Permohonan Maaf
Melalui kegiatan ini, Pemuda Irmas Nurul Huda 2 menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya berperan dalam menjaga kehidupan keagamaan di lingkungan masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab merawat warisan tradisi dan budaya lokal agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Sepak bola api bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari perjalanan kebersamaan, syiar Islam, dan identitas Pemuda Irmas Nurul Huda 2 Blok Nyongat Wetan yang terus dijaga dari generasi ke generasi,” jelas Alfin. (oni)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

