STIDKI NU Indramayu Luncurkan Program 'Satu Ranting NU-Satu Sarjana'

STIDKI NU Indramayu Luncurkan Program 'Satu Ranting NU-Satu Sarjana'

H Supendi Samian-Istimewa-radarindramayu

RADARINDRAMAYU.ID — Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama. (STIDKI NU) Indramayu meluncurkan program strategis pendidikan bertajuk “Satu Ranting Satu Sarjana” sebagai bentuk nyata penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga Nahdliyin di Kabupaten Indramayu.

Pernyataan tersebut disampaikan  Ketua STIDKI NU H Supendi Samian dalam jumpa persnya kepada wartawan, belum lama ini.

Program tersebut menargetkan pemberian beasiswa pendidikan kepada perwakilan dari 317 Ranting NU se-Kabupaten Indramayu. Selain itu, kata Samian, TIDKI NU Indramayu juga menyiapkan 31 beasiswa khusus untuk kader Gerakan Pemuda Ansor dan 31 beasiswa untuk kader Fatayat Nahdlatul Ulama.

Menurut Supendi Samian, program ini merupakan bagian dari ikhtiar besar Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban melalui sektor pendidikan dan penguatan intelektual masyarakat.

BACA JUGA:DPRD Setujui Peralihan Status RSUD MA Sentot Patrol Kepada Pemprov Jabar

“Pendidikan adalah jalan utama membangun masa depan umat. Melalui program satu ranting satu sarjana, kami ingin memastikan bahwa setiap ranting NU di Indramayu memiliki kader-kader terdidik yang nantinya mampu menjadi penggerak masyarakat, penguat organisasi, sekaligus motor pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan pendidikan semata, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial dan kaderisasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas warga Nahdliyin di berbagai sektor kehidupan.

Lebih dari itu, kata dia,  program ini juga diarahkan untuk memperkuat pembangunan generasi muda yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, berakhlak, moderat, serta memiliki pemahaman keislaman yang sejalan dengan nilai-nilai dan tradisi Nahdlatul Ulama.

Supendi menyampaikan bahwa STIDKI NU Indramayu ingin melahirkan kader-kader intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi penggerak dakwah, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat sesuai ajaran Nahdlatul Ulama.

BACA JUGA:Ruslandi, Priyo Siap Berikan Kesaksian Pembunuhan di Paoman

“Program ini adalah investasi kaderisasi jangka panjang. Kami ingin mencetak generasi Aswaja An-Nahdliyah yang mampu menjaga nilai keislaman, kebangsaan, toleransi, dan menjadi penggerak dakwah yang ramah serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.

Program beasiswa ini juga dipandang sebagai bentuk kontribusi nyata STIDKI NU Indramayu dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Indramayu, khususnya pada sektor pendidikan.

Dengan meningkatnya akses pendidikan tinggi bagi masyarakat akar rumput NU, diharapkan lahir generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta memiliki karakter keislaman dan kebangsaan yang kuat.

Keterlibatan kader Ansor dan Fatayat dalam program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat regenerasi kepemimpinan NU di masa depan. Para penerima beasiswa diharapkan mampu menjadi kader penggerak organisasi, penguat dakwah Aswaja, serta pelopor pembangunan masyarakat di tingkat desa dan ranting.

BACA JUGA:Pengurus AMKI Indramayu Resmi Dilantik

Program ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan warga Nahdliyin di Indramayu karena dinilai menjadi langkah konkret dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat, terutama di tingkat ranting dan kader muda NU.

Dengan semangat kolaborasi pendidikan, kaderisasi, dan pengabdian umat, STIDKI NU Indramayu berharap program tersebut mampu melahirkan sarjana-sarjana baru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta mengabdi kepada agama, masyarakat, dan bangsa. (oni/dun)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: