Solusi Kemacetan dan Dorong Ekonomi
PENGUKURAN: Pemkab Indramayu melakukan pengukuran bangunan warga yang terdampak pembangunan underpass di wilayah Jatibarang, Kabupaten Indramayu.-Anang Syahroni-radarindramayu
INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Progres pembangunan underpass (terowongan) kereta api di Jatibarang yang kini memasuki tahap pembahasan dan pengukuran ruas jalan, disambut antusias warga.
Infrastruktur ini digadang-gadang menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Mengingat, Jatibarang merupakan salah satu simpul ekonomi di Kabupaten Indramayu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Indramayu, Ali Fikri menyatakan, pembangunan underpass di perlintasan kereta api Jatibarang diperkirakan mulai dilaksanakan pada pertengahan Mei 2026, jika sesuai jadwal.
“Persiapan pelaksanaan sudah memasuki tahap pengadministrasian berkas. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, juga telah menyatakan kesiapan terkait pembebasan lahan terdampak serta rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung,” ujarnya, Jumat (24/4).
BACA JUGA:Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pengeroyokan Berat
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan pembangunan, akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Indramayu Lucky Hakim, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Kementerian Perhubungan RI terkait skema kerja sama proyek tersebut.
“Dinas Perhubungan memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan selama pembangunan berlangsung,” katanya.
Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan kendaraan roda dua maupun roda empat yang kerap terjadi akibat kondisi terowongan yang sempit dan tidak mampu menampung volume kendaraan. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mencegah insiden kendaraan besar tersangkut di lokasi serta memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat.
Ali mengungkapkan, berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 20 rumah warga yang terdampak proyek tersebut. Dari jumlah itu, tujuh rumah berdiri di atas tanah milik pribadi. Sedangkan sisanya berada di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).
BACA JUGA:OJK Ingatkan Bahaya Rentenir, PNM Gelar Pengembangan Kapasitas Usaha
Proyek underpass ini akan mengubah struktur perlintasan secara signifikan. Jalan akan diperlebar masing-masing 15 meter ke sisi kanan dan kiri serta 50 meter ke arah utara dan selatan. Selain itu, jalur yang sebelumnya hanya satu lajur akan ditingkatkan menjadi dua lajur.
“Tim gabungan bersama unsur pertanahan telah melakukan pengukuran lahan sebagai dasar penetapan besaran ganti rugi pembebasan lahan. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar,” jelasnya.
Progres pembangunan yang semakin dekat ini juga mendapat sambutan positif dari warga, khususnya para pelaku ekonomi di Pasar Daerah Jatibarang yang merupakan salah satu pasar terbesar di Kabupaten Indramayu.
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Daerah Jatibarang, Hedi Lubis mengaku bersyukur jika proyek tersebut segera direalisasikan. Menurutnya, pembangunan underpass sudah lama dinantikan masyarakat karena lokasinya berada di jalur utama menuju pusat Indramayu kota. Jika rampung, akses transportasi akan lebih lancar dan mendukung aktivitas perdagangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

