Ayi Subarna, Arah Baru BJB, dan Ikhtiar Besar Menuju Jabar Istimewa

Ayi Subarna, Arah Baru BJB, dan Ikhtiar Besar Menuju Jabar Istimewa

Supendi Samian, ketua STIDKI NU Indramayu.--radarindramayu.id

Oleh :Supendi Samian,.S.E,.M.M
( Pengurus PWNU Jabar & Praktisi Ekonomi )

Penunjukan Ayi Subarna sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank BJB (BJB) menjadi momentum penting dalam menentukan arah masa depan bank pembangunan daerah terbesar di Jawa Barat dan Banten tersebut. Di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif dan tuntutan transformasi digital yang kian cepat, kehadiran sosok pemimpin dari internal yang memahami “ruh” organisasi menjadi sangat relevan.

Ayi Subarna bukan hanya bagian dari struktur BJB, tetapi representasi dari kader yang tumbuh dan ditempa oleh sistem yang ada di dalamnya. Ia memahami BJB tidak sekadar sebagai institusi keuangan, tetapi sebagai instrumen strategis pembangunan daerah. Dalam konteks inilah, kepemimpinan Ayi menemukan relevansinya dengan cita besar “Jabar Istimewa”—sebuah visi yang membutuhkan sinergi kuat antara sektor keuangan dan pembangunan daerah.

Rekam jejak Ayi Subarna dibangun melalui pengalaman lapangan yang konkret dan berjenjang. Ia bukan pemimpin yang lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membentuk kapasitas manajerial, ketajaman analisis, dan kedekatan dengan realitas operasional.

BACA JUGA:Bupati Indramayu Lucky Hakim Raih Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

Dalam lima tahun terakhir, Ayi dipercaya memimpin sejumlah kantor cabang strategis BJB. Peran ini tidak hanya menuntut kemampuan administratif, tetapi juga kepemimpinan langsung dalam menghadapi dinamika pasar, karakter nasabah, serta tantangan bisnis di berbagai wilayah.

Berikut perjalanan karier Ayi Subarna di BJB:
Pemimpin Kantor Cabang Jatinangor (2019–2021)
Pemimpin Kantor Cabang Cimahi (2021–2023)
Pemimpin Kantor Cabang Soreang (2023–2024)
Pj. Pemimpin Divisi Corporate Secretary (2024–2025)
Direktur Operasional dan Teknologi Informasi (2025–sekarang)

Dari perjalanan ini terlihat jelas bahwa Ayi memiliki pengalaman yang lengkap—dari operasional lapangan hingga posisi strategis di tingkat direksi. Kombinasi ini menjadi modal penting dalam memimpin organisasi sebesar BJB.

Kader Internal dan Kekuatan “Ruh” Organisasi

Salah satu kekuatan utama Ayi Subarna adalah posisinya sebagai kader internal. Ia adalah figur yang “lahir dari rahim BJB”, memahami kultur kerja, karakter SDM, serta dinamika internal organisasi.

BACA JUGA:Massa GEMI Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Penegak Hukum Berantas Dugaan Korupsi

Dalam banyak kasus, kepemimpinan dari internal memiliki keunggulan dalam menjaga kesinambungan (continuity) sekaligus melakukan transformasi yang terukur. Ayi tidak perlu waktu lama untuk beradaptasi, karena ia telah menjadi bagian dari sistem itu sendiri.

Pemahaman mendalam terhadap SDM juga menjadi nilai lebih. Ia mengetahui potensi, tantangan, serta kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di BJB. Hal ini penting, karena kekuatan utama bank daerah tidak hanya pada aset, tetapi pada kualitas manusianya.

Ke depan, BJB menghadapi tantangan besar: digitalisasi layanan, peningkatan daya saing dengan bank nasional, serta penguatan peran sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Sebagai Direktur Operasional dan Teknologi Informasi, Ayi Subarna berada pada posisi strategis dalam mendorong transformasi digital. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam merumuskan arah baru BJB—yakni bank daerah yang modern, adaptif, dan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat lokal.

BACA JUGA:KOMPI Minta PSN Revitalisasi Tambak di Indramayu Dikaji Ulang

Arah baru ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tata kelola (governance), efisiensi operasional, serta penguatan fungsi intermediasi bagi UMKM dan sektor produktif di Jawa Barat dan Banten.

Visi “Jabar Istimewa” bukan sekadar slogan, tetapi sebuah ikhtiar besar dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah. Dalam konteks ini, BJB memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam pembiayaan pembangunan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan sektor riil.

Kepemimpinan Ayi Subarna berpotensi menjadi jembatan antara kekuatan internal BJB dan kebutuhan eksternal pembangunan daerah. Dengan pemahaman yang kuat terhadap karakter Jawa Barat, ia dapat mengarahkan BJB menjadi lebih responsif, inklusif, dan berdampak nyata.

Momentum Kepemimpinan dan Harapan ke Depan

Penunjukan Ayi Subarna sebagai Pjs Direktur Utama bukan hanya solusi sementara, tetapi juga momentum uji kepemimpinan. Dalam periode ini, publik dan pemangku kepentingan akan melihat sejauh mana ia mampu menjaga stabilitas, meningkatkan kinerja, dan merumuskan arah strategis yang jelas.

BACA JUGA:Polres Indramayu Berhasil Ungkap Kasus Pengoplosan Tabung LPG 3 Kg dan Penyalagunaan BBM Subsidi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: