Asrama Haji Indramayu akan Layani 40 Kloter

Asrama Haji Indramayu akan Layani 40 Kloter

Para jemaah haji asal Jawa Barat sedang mengikuti bimbingan teknik Karom dan Karu yang diselenggarakan Kanwil Kementrian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat di Asrama Haji Indramayu, Rabu (8/4/2026).-Anang Syahroni-radarindramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Persiapan teknis pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 di Asrama Haji Indramayu telah dipersiapkan Kantor Wilayah Kementrian Wilayah (Kanwil) Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, salah satunya yang sedang berlangsung menggelar bimbingan teknis bagi Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) jemaah haji asal Jawa Barat di Asrama Haji Indramayu.

Kabag TU Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Elfin Fakhrudin menyatakan, bahwa saat ini sejak Selasa hingga Rabu pihaknya mengadakan bimbingan teknis untuk Karom dan Karu  jemaah haji di asal Provinsi Jawa Barat. Dan saat ini seluruh fasilitas dan sistem layanan telah disiapkan untuk menyambut kloter pertama yang dijadwalkan masuk asrama pada 21 April 2026 mendatang.

​“Insyaallah kloter pertama masuk asrama tanggal 21 April dan terbang menuju tanah suci pada 22 April 2026. Tahun ini, Embarkasi Kertajati akan melayani total 40 kloter dengan rata-rata keberangkatan dua kloter per hari,” ujarnya, Rabu (8/4/2026)

​Disampaikan Elfin cakupan Wilayah dan Kapasitas Gedung saaf ini dari 4 tower bisa menampung kurang lebih 17.600 jemaah haji yang berasal dari 19 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat yang bisa dipastikan akan berangkat melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

“4 gedung atau tower masing-masing memiliki kapasitas sekitar 400 orang, sehingga satu gedung mampu menampung hampir satu kloter penuh. Dengan jadwal satu hingga dua kloter per hari, dari segi fasilitas ini sudah sangat memadai,” jelasnya.

BACA JUGA:Kabar Gembira, Proyek Pembangunan Underpass Jatibarang Dimulai Bulan Depan

Saat ini di Asrama Haji Indramayu juga memiliki ​infrastruktur baru dan layanan one stop service, menjadi unggulan layanan Embarkasi Kertajati yang mana saat jemaah tiba menggunakan bus dari daerah asal, mereka langsung diarahkan untuk mendapatkan layanan terpadu yang telah disetiap di aula kedatangan.

Di sana jemaah menerima layanan kesehatan, pembagian gelang identitas, uang living cost, paspor, hingga kartu Nusuk—identitas digital untuk akses masuk ke area Masjidil Haram.

“Setelah proses itu selesai dilalui jemaah, mereka bisa beristirahat di kamar masing-masing sambil menunggu jadwal pelepasan di aula keberangkatan,” terang Elfin.

​Selama masa tunggu di Asrama Haji Indramayu, jemaah akan mendapatkan fasilitas konsumsi berupa tiga kali makan dan dua kali snack. Selain itu, tersedia pula layanan pemeriksaan barang bawaan koper dan tas kabin untuk memastikan keamanan sebelum menuju bandara.

BACA JUGA:Pertamina Capai Target Emisi, Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

​Kanwil Kementrian Haji dan Umrah Provinsi Jabar juga telah mengoperasikan gedung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang baru rampung tahun lalu sebagai pusat aktivitas petugas, lengkap dengan fasilitas dapur umum dan klinik kesehatan.

Untuk kebutuhan vital seperti air, asrama telah terkoneksi sepenuhnya dengan jaringan PDAM. Area manasik haji di tengah komplek asrama juga sudah siap digunakan, baik oleh jemaah maupun masyarakat umum.

“Namun untuk bangunan yang belum rampung itu pembangunan masjid, dan layanan fast track juga belum ya. Sehingga jemaah yang berangkat melalui Indramayu, karena di Asrama Haji Indramayu belum ada fast track, jadi pemeriksaan imigrasi tetap dilakukan di bandara,” kata Elfin. (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: