PPKM Darurat, Jalan Harus Berputar-putar Bikin Malas Keluar Rumah
Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Indramayu terus dilakukan dengan ketat. Petugas gabungan tak henti-hentinya melakukan tindakan terhadap mereka yang melanggar. Sejumlah jalan protokol di Kota Mangga pun ditutup. Bagaimana kondisinya?
UTOYO PRIE ACHDI, INDRAMAYU
PANTAUAN di lapangan, kondisi Indramayu benar-benar seperti kota mati. Sejumlah jalan protokol tampak lengang. Beberapa anggota polisi terlihat berjaga-jaga di pertingaan atau perempatan tempat penyekatan. Seperti di Jalan Soedirman, dimana di jalur ini terdapat super market serta gedung DPRD Indramayu. Jalan yang biasanya ramai lalu lalang kendaraan berubah menjadi lengang.
Bahkan saking lengangnya, jalan ini dipakai oleh anak-anak untuk bermain bola. Mereka seperti menemukan kembali kebebasan untuk bermain. Tanpa terganggu hiruk pikuk kendaraan.
Sementara sejumlah tukang becak yang biasa mangkal di depan supermarket terlihat ngobrol dengan teman seprofesi. Entah tema apa yang mereka bicarakan. Yang pasti mereka mengakui kalau jumlah tarikan sangaat sepi. Mereka pun berharap pandemi Covid-19 bisa segera berlalu, sehingga bisa kembali hidup normal.
Adanya penyekatan sejumlah ruas jalan sepertinya mulai dikeluhkan warga. Mereka mengaju mulai malas keluar rumah, kalau tidak ada hal yang betul-betul penting. Seperti diungkapkan Ny Lilis (35) salah seorang ibu rumah tangga. Ia mengaku capai ketika keluar rumah dan mendapati sejumlah jalur utama ditutup. Akibatnya ia terpaksa harus muter-muter melalui jalan tikus. “Saya kalau tidak ada kepentingan yang mendesak sebenarnya juga malas untuk keluar rumah. Ini terpaksa keluar karena ingin membeli bahan masakan di pasar, meski harus muter-muter dulu,” ungkapnya.
Dengan adanya sikap warga yang mulai malas keluar rumah, tentunya diharapkan akan mengurangi penyebaran Covid-19. Dengan Covid-19 segera berlalu dan kembali ke kehidupan normal. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

