Sampah Sumbat Saluran Irigasi, Pantai Tercemar
INDRAMAYU-Memasuki musim penghujan, saluran irigasi darurat sampah. Menyebabkan aliran air tidak lancar. Lebih parah lagi, aneka jenis sampah yang tersangkut di bawah jembatan membuat pemandangan dan aroma tak sedap.
Gegara sampah disaluran irigasi itu pula, kawasan pesisir pantai utara tercemar. Sebab, sampah tersebut hanyut berujung ke muara pesisir dan mencemari lautan.
Pantauan Radar, hampir semua jembatan dan pintu air di sepanjang saluran irigasi wilayah Kecamatan Patrol dan Anjatan terlihat sampah-sampah yang mengapung.
Mulai plastik, styrofoam, kasur bekas hingga bangkai hewan. Batang kayu berukuran besar juga ikut tersangkut di bawah pondasi jembatan sehingga menahan laju sampah.
Salah seorang warga, Sunaryo mengungkapkan, pemandangan sampah menumpuk dibawah jembatan memang menjadi hal biasa. Tidak hanya dimusim penghujan, tapi pula saat kemarau. Hanya saja, kondisinya semakin parah saat musim hujan tiba.
Penyebab menumpuknya sampah di aliran irigasi dikarenakan terbawa arus. Dia menduga, sampah itu sengaja dibuang ke saluran irigasi.
“Kalau musim kemarau biasanya sampah dibakar. Dimusim penghujan, saya lihat masih banyak oknum warga yang sengaja buang sampah ke saluran irigasi,” katanya.
Biasanya pula, lanjutnya, proses pembersihan sampah dilakukan secara bergotong royong. Baik oleh petugas perawatan dari Perum Jasa Tirta II Unit Usaha Wilayah III Patrol, TNI, Polri, pamong desa dan petani.
Namun, semenjak pandemi Covid-19, aksi kerja bakti jarang dilakukan. “Mungkin lagi sibuk ngurusi vaksinasi. Sekarangkan lagi gencar,” ujarnya.
Nelayan Desa Bugel, Kecamatan Patrol Taufik mengatakan, kondisi kawasan pantai semakin memprihatinkan.
Demikian juga permukaan laut saat ini penuh dengan sampah. Tak mengherankan, populasi ikan terus menyusut dan berbanding terbalik dengan plastik yang jumlahnya melebihi ikan.
“Kondisi laut kita sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Sudah menjadi tempat pembuangan akhir sampah terutama plastik. Permukaan laut kita sudah kotor, apalagi di dasarnya,” keluhnya. (kho)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

