Jalan Arjasari Mirip Kubangan

Jalan Arjasari Mirip Kubangan

INDRAMAYU-Pemerintah Desa Arjasari lagi-lagi kena bully netizen gara-gara jalan rusak. Warganet mem-bully para pamong desa lantaran kesal kerusakan infrastruktur jalan di desa paling selatan wilayah Kecamatan Patrol itu tak kunjung diperbaiki.

Kondisi jalan sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 4 meter yang menghubungkan Desa Arjasari-Desa Sukahaji, itu memang makin memprihatinkan.

Hampir sepanjang ruas jalan terdapat kubangan besar dengan kedalaman sekitar 20-30 sentimeter. Mulai dari pintu masuk pemukiman penduduk sampai jembatan perbatasan dengan Jalan Raya Arjasari-Bongas. Membuat aktivitas masyarakat terganggu, perekonomian terancam lumpuh.

Terlebih usai diguyur hujan. Tak layak disebut jalan. Penuh kubangan, sulit dilalui kendaraan akibat jalan yang licin dan berlumpur. Juga sangat membahayakan pengendara.

Tak sedikit motor maupun mobil yang mencoba melintasi jalan yang berdampingan dengan saluran irigasi tersebut harus kandas akibat terjebak jalan berlumpur.

Masyarakat mengeluh seolah pemerintah tutup mata terhadap kerusakan jalan Arjasari itu. Padahal, jalan tersebut banyak dilalui warga desa dan luar desa untuk aktivitas mereka

Wargapun bahkan sempat melakukan beragam aksi sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah desa hingga kritikan pedas di media sosial, Instagram maupun Facebook.

“Warga yang ngomong langsung mah hampir tiap hari. Pedes kuping mah. Tapi mau gimana lagi. Sabar, sudah risiko,” ucap Kuwu Jamaludin kepada Radar, Senin (8/11).

Padahal, lanjutnya, hampir setiap hari pula dia menyampaikan jika perbaikan jalan tersebut merupakan kewenangan instansi terkait di Pemkab Indramayu.

Tak cuma itu, sudah sejak hampir tiga tahun lalu atau pada tahun 2019, pihaknya telah mengajukan permohon perbaikan jalan. Berkali-kali.

Kuwu Jamaludin mengungkapkan, sejatinya Jalan Arjasari rencananya akan diperbaiki pada tahun 2020 lalu. Bersama dengan jalan kabupaten di Desa Sukahaji yang juga kondisinya hampir serupa. Namun karena pandemi Covid-19, rencana batal direalisaikan.

“Baru pada sekitar Agustus kemarin ada perbaikan dari pemkab, tapi hanya sepanjang 90 meter yang dicor beton. Itu juga sudah lumayan daripada tidak sama sekali,” ujarnya.

Terhadap sindiran warga, Kuwu Jamaludin mengaku tak sakit hati. Justru sebaliknya, menjadi motivasinya untuk terus berupaya agar bantuan perbaikan jalan segera turun.

“Saya juga selalu masih meminta bantuan dan dukungan kepada banyak pihak supaya keinginan kami dan masyarakat bisa diwujudkan,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: